Beras Fortifikasi Abal-abal Ditarik, Mendag Pastikan Stok Ritel Aman

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan stok beras dalam kondisi aman. Hal ini disampaikan Budi di tengah langkah tegas pemerintah menarik peredaran produk beras fortifikasi abal-abal nan tidak sesuai standar.

Budi mengatakan pihaknya menghormati proses norma nan sedang berjalan. Ia memastikan koordinasi lintas lembaga terus diperkuat berbareng Kementerian Pertanian dan Bapanas untuk menjaga stabilitas pangan.

Sebagai langkah mitigasi untuk memastikan pasokan tetap kondusif dan tidak terjadi kelangkaan di pasaran, Perum Bulog bakal menggelontorkan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1 juta ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bulog kan sudah menyampaikan untuk pasok 1 juta ya, 1 juta ton SPHP berupa Beras Kita ya waktu itu rapat di Kemenko Pangan. Jadi, saya kira nggak ada masalah ya," ujar Budi saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Saat ditanya mengenai kepastian stok di ritel, Budi memastikan pasokan kondusif dan jalur pengedaran telah disiapkan untuk menyasar pasar-pasar rakyat.

"Enggak (langka) aman-aman. (Satu juta ton beras SPHP) untuk pasar rakyat," tambah ia.

Sebelumnya, pemerintah menindak tegas produsen beras fortifikasi nan diduga tidak sesuai dengan klaim gizi dan label kemasan. Masyarakat kudu memperoleh produk beras fortifikasi nan sesuai dengan klaim produsen sebagaimana tertera dalam izin edar dan klaim kandungan gizi pada label kemasan.

11 pelaku upaya sebagai pemilik 25 izin edar merek beras fortifikasi tersebut telah diberikan surat peringatan oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) dalam koordinasi Badan Pangan Nasional (Bapanas). OKKPD nan dilibatkan Bapanas antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I.Yogyakarta, dan Sumatera Utara.

Sampai minggu pertama September, seluruh merek beras fortifikasi bermasalah tersebut pun terpantau sudah menghentikan produksi merk tersebut. Kemudian sebanyak 12 merek beras fortifikasi tersebut telah melakukan penarikan stok dari tempat peredaran.

"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beranjak dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada 4 lab kredibel. Kita cek rupanya tidak sesuai dengan labelnya," ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9).

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance