Jakarta, CNN Indonesia --
Bentrok pecah antara Desa Lesibata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Jumat (11/9) malam. Sekitar 27 rumah dibakar dan empat penduduk dilaporkan mengalami luka.
Bentrokan dipicu akibat masalah lahan. Lahan milik salah satu penduduk di bakar di rimba gunung Tanjung sekitar pukul 14:00 WIT.
Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Dadang Hartanto dan Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal Dody Triwinarto turun langsung ke letak untuk melerai bentrok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka sempat berjumpa penduduk dari dua desa nan bertikai. Kapolda dan Pangdam meminta penduduk dua desa untuk menyudahi bentrok dan saling hidup bersaudara.
Dadang meminta pemimpin dari dua desa untuk berkedudukan aktif agar bisa menangkan situasi di desa masing-masing lantaran penanganan situasi kudu mengutamakan keselamatan masyarakat dan mencegah munculnya persoalan baru.
"Yang terpenting adalah masing-masing raja dapat menenangkan situasi di desa masing-masing dan bekerja bersama-sama," kata Dadang saat pertemuan berbareng pemerintah wilayah dan ketua kedua desa di Kantor Camat Taniwel, Jumat (11/9) malam.
Kapolda juga meminta penduduk dari dua desa untuk menahan diri dan tidak terpancing dan tidak terprovokasi dengan hoaks.
"Kita kudu betul-betul meyakinkan saudara-saudara kita agar menyampaikan dengan betul kepada masyarakat dan selalu berhati-hati adanya provokasi lantaran ada oknum-oknum nan tidak menginginkan wilayah kita aman,"ucapnya.
Dadang juga berjanji mengenai secepatnya melakukan proses pemulihan terhadap masyarakat lantaran saat ini sangat dibutuhkan masyarakat nan menjadi korban bentrok.
"Saya minta secepatnya menyampaikan kepada masyarakat dan Bapak Wakil Bupati agar dapat menyiapkan segala sesuatu nan diperlukan,"imbuh dia.
Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto meminta penduduk untuk kembali hidup rukun lantaran hidup rukun merupakan simbol orang Maluku. Ia juga berjanji bakal membantu penduduk nan terdampak akibat rumah dibakar lantaran pentingnya gotong royong.
"Saya menekankan pentingnya gotong royong dalam membantu penduduk nan rumahnya terdampak,"ujarnya.
Sebanyak 29 personil polisi Polres Seram Bagian Barat bersenjata komplit dikerahkan ke letak bentrok. Mereka berhati-hati di wilayah perbatasan agar mencegah terjadi bentrok susulan.
(sai/sur)
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·