Chen Ziyi, content creator mukbang terkenal di China berumur 24 tahun nan dikenal dengan nama panggung "Ganfan Yingying" (atau "Yingying"), dikonfirmasi oleh pihak family telah meninggal bumi pada 17 Agustus 2026. Berita kepergiannya diumumkan secara resmi melalui surat duka (obituary) di media sosial pada awal September 2026.
Mengutip laporan media nasional China, Global Times dan China News Service, pihak family tidak mengumumkan penyebab spesifik mengenai kematian pembuat nan terkenal dengan konten mukbangnya tersebut. Namun, laporan medis dari kesaksian dirinya nan kerap menceritakan kondisi tubuhnya nan diduga terkuak di beberapa video terakhir Chen, mengarah pada dugaan henti jantung (cardiac arrest) akibat hipokalemia parah —kondisi di mana kadar kalium di dalam darah turun secara drastis hingga berada di tingkat membahayakan jiwa.
Mengutip Sina News, sebelum mengembuskan napas terakhir, Chen sempat membagikan video dari atas ranjang rumah sakit. Dalam video tersebut, Chen mengungkapkan bahwa kadar kalium dalam darahnya ambruk hingga mencapai titik kritis, di nomor 2,3 mmol/L, jauh di bawah kisaran kadar normal manusia nan umumnya berada di nomor 3,5 hingga 5,5 mmol/L.
Chen nan mempunyai lebih dari satu juta pengikut di platform digital China itu, mengakui secara terbuka bahwa gangguan kesehatannya dipicu oleh tekanan industri mukbang ekstrem nan dia jalani.
Ia mengungkapkan, mempunyai kebiasaan memuntahkan kembali makanan nan dikonsumsinya (self-induced vomiting) demi menjaga berat badan serta tuntutan siaran langsung (livestreaming) komersial nan memaksanya menyantap makanan dalam porsi tak wajar. Dalam salah satu sesi penjualan produk, Chen mengaku pernah diminta menghabiskan 60 hingga 70 butir telur seribu tahun.
"Walaupun mencari duit itu penting, kesehatan kudu selalu jadi prioritas utama," tutur Chen dalam pesan terakhirnya nan sekarang beredar luas sebagai peringatan publik.
Tren Mukbang Kreator China Kembali Jadi Sorotan
Pakar medis dari Zhejiang Hospital, Dr. Chai Qichen, menjelaskan kepada China News bahwa aktivitas makan berlebih itu sendiri sebenarnya tidak secara langsung menurunkan kadar kalium. Bahaya utamanya berasal dari perilaku lanjutan seperti menginduksi muntah secara paksa dan penggunaan obat pencahar untuk membuang makanan dengan cepat.
Cairan lambung dan pencernaan mengandung konsentrasi kalium nan sangat tinggi. Kemudian, kebiasaan muntah berulang memicu pengurasan elektrolit tubuh secara masif nan dapat memicu kelemahan otot, kram, aritmia (detak jantung tidak teratur), hingga henti jantung mendadak.
Kematian tragis Chen Ziyi menambah panjang daftar pembuat konten makan ekstrem nan merenggut nyawa di usia muda. Peristiwa ini memicu dorongan publik dan sorotan media China terhadap penerapan kode etik siaran langsung nan sebelumnya telah ditetapkan oleh pemerintah China untuk melarang konten makan ekstrem, pura-pura makan, maupun memuntahkan makanan demi konten.
Nah, jika menurut Anda bagaimana?
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·