Bengkel ahli menjadi salah satu pengganti bagi pemilik mobil nan mau melakukan perawatan di luar jaringan diler. Selain mempertimbangkan biaya, konsumen juga biasanya mencari bengkel dengan mekanik berilmu untuk menangani merek mobil tertentu, termasuk Mitsubishi.
Hal itu turut dirasakan Rahmat Hidayat, pemilik bengkel Bangun Motor, nan dulunya merupakan Service Advisor Mitsubishi Motors. Ia menuturkan, sejumlah konsumen datang ke bengkelnya lantaran agunan servis di bengkel resmi telah berakhir.
"Ada juga konsumen pemilik Mitsubishi baru nan mencari bengkel di luar diler untuk servis. Alasan utamanya datang ke sini itu lebih murah, saya agunan dan pastikan spare part dan oli genuine part Mitsubishi. Saya kan dulu orang Mitsubishi, jadi ngambil peralatan juga dari sana," ungkapnya saat ditemui kumparan baru-baru ini di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (26/8).
Rahmat bilang, sekitar 90 persen Standar Operasional Prosedur (SOP) nan diterapkan di bengkelnya mengikuti standar nan dia dapat saat bekerja di Mitsubishi selama 22 tahun. Seluruh mekanik nan berjumlah tujuh orang pun turut mendapatkan training darinya.
Selain prosedur kerja, dia juga menggunakan perangkat diagnostik nan sama seperti di Mitsubishi. Setelah keluar dari perusahaan, dia memboyong mesin scanner MUT3 nan digunakan untuk membantu proses pemeriksaan mobil agar persis seperti pabrikan asal Jepang tersebut.
"Kalau masalah pekerjaan, saya pasang fender cover, seat cover, perlindungan bodi kendaraan, terus pengecekan standar di bagian mesin. Setiap melakukan pekerjaan, pengecekan standar dicek semua, kayak kekencangan baut roda, air radiator, air aki, air washer, minyak rem, wiper. Persentasenya nyaris 90 persen, makanya banyak nan percaya di sini," jelasnya.
Bangun Motor sendiri awalnya merupakan bengkel umum milik mertua Rahmat nan sudah berdiri sejak sekitar 1980-an. Setelah Rahmat berasosiasi pada 2019, bengkel tersebut kemudian mulai berfokus menangani mobil Mitsubishi, memanfaatkan pengalaman nan dia miliki selama bekerja di pabrikan tersebut.
Sejak lulus SMK pada tahun 1997, Rahmat memulai kariernya di diler Mitsubishi Metro Tiga Berlian Motor (MTB) Tebet, Jakarta Selatan. Ia bekerja di sana hingga tahun 2017 sebelum MTB kemudian berasosiasi dengan instansi pusat di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sampai tahun 2018.
Pada tahun 2019, dia melanjutkan kariernya di diler Mitsubishi Nusantara, Depok, Jawa Barat. Usai beberapa waktu bekerja di sana, dia memutuskan keluar dan mulai membuka bengkel sendiri.
"Saya kedudukan terakhir itu service advisor. Kalau di Mitsubishi pasti dari awal dulu ya, seperti helper, On the Job Training (OJT), mekanik, leader, final checker, sampai service advisor. Itu sih nan saya alami selama bekerja di diler," tambahnya.
Kini, Bangun Motor melayani beragam kebutuhan perawatan Mitsubishi, mulai dari tune up mesin, servis rem dan kopling, perbaikan kaki-kaki, las ketok, serta perawatan rutin lainnya. Sementara untuk pekerjaan nan memerlukan waktu lebih lama, seperti turun mesin dan body repair, Rahmat mengerjakannya di bengkel lain miliknya di area Cipayung, Jakarta Timur.
"Konsumen nan datang ke sini kebanyakan datang ke diler dulu, merasa kurang cocok baru datang ke bengkel spesialis. Bisa jadi merasa tidak puas alias bisa juga ngebandingin nilai antara diler dengan bengkel saya ," pungkasnya.
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·