Pemerintah Inggris mengungkapkan biaya pembangunan jalur kereta api sigap HS2 berpotensi membengkak hingga 103 miliar poundsterling alias sekitar 138 miliar dolar AS, setara Rp2.432 triliun dengan kurs Rp17.630 per dolar AS pertanggal Rabu (20/5/2026). (REUTERS/Suzanne Plunkett)
Menteri Transportasi Inggris, Heidi Alexander, pada Selasa menyebut proyek prasarana tersebut kembali mengalami lonjakan anggaran dan keterlambatan besar. (Tangkapan Layar Video Reuters/HS2 LTD / HS2)
HS2 awalnya dirancang untuk menambah kapabilitas transportasi sekaligus membantu Inggris mengejar negara-negara Eropa lain nan telah mempunyai jaringan kereta sigap modern. Namun, biaya nan terus melonjak dan penundaan pembangunan membikin pemerintah secara berjenjang memangkas cakupan proyek tersebut. (Tangkapan Layar Video Reuters/HS2 LTD / HS2)
Alexander mengatakan kajian terbaru menunjukkan pembatalan proyek saat ini bakal menelan biaya nan nyaris sama dengan melanjutkannya. (Tangkapan Layar Video Reuters/HS2 LTD / HS2)
Jalur nan menghubungkan pusat kota London dan Birmingham sekarang diperkirakan menelan biaya antara 87,7 miliar hingga 102,7 miliar poundsterling, setara Rp2.071 triliun hingga Rp2.426 triliun dengan kurs Rp23.622 per poundsterling. (Tangkapan Layar Video Reuters/HS2 LTD / HS2)
Selain pembengkakan biaya, agenda operasional HS2 juga mundur jauh dari rencana awal. Layanan kereta diperkirakan baru beraksi antara tahun 2036 hingga 2039, lebih dari satu dasawarsa lebih lambat dari sasaran semula. (Tangkapan Layar Video Reuters/HS2 LTD / HS2)
Sementara itu, jasa menuju Stasiun Euston di pusat London diperkirakan baru tersedia pada 2040 hingga 2043. (Tangkapan Layar Video Reuters/HS2 LTD / HS2)
Alexander menyalahkan pemerintahan sebelumnya atas keputusan membangun jalur unik berteknologi tinggi dengan kereta tercepat di dunia. (REUTERS/Suzanne Plunkett)
Menurutnya, penyelenggaraan proyek nan tidak efisien, perkiraan biaya nan meleset, serta inflasi menjadi penyebab utama melonjaknya anggaran HS2 nan pada 2011 awalnya hanya diperkirakan sebesar 32 miliar poundsterling, setara Rp755 triliun. (REUTERS/Suzanne Plunkett)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·