Benarkah Telur Dadar Tidak Baik untuk Anak? Dokter Gizi Beri Penjelasan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi anak makan nasi dan telur. Foto: Shutter Stock

Moms, telur menjadi salah satu sumber protein hewani nan praktis, mudah diolah, dan umumnya disukai anak-anak. Namun belakangan, muncul dugaan bahwa telur dadar tidak baik untuk anak. Ada nan menyebut proses pengocokan telur saat mentah tidak baik, ada juga nan mempermasalahkan langkah penggorengannya.

Lalu, apakah betul telur dadar sebaiknya dihindari anak? Yuk simak penjelasan mahir di sini, Moms.

Anak Tetap Boleh Makan Telur Dadar

Ilustrasi Telur Dadar Khas Padang Foto: Shutterstock/Willy Lesmana

Menanggapi perihal tersebut, master ahli gizi, dr. Jovita Amelia, Sp.GK, mengatakan bahwa anak tetap boleh makan telur dadar namun ada perihal nan perlu diperhatikan saat memasaknya.

"Kandungan protein telur tetap terjaga meski diolah menjadi telur dadar. nan tidak dianjurkan adalah telur nan digoreng dengan langkah deep fried lantaran beberapa vitamin dan omega-3 dalam telur bisa rusak jika terkena panas terlalu tinggi," jelas dr. Jovita.

Telur merupakan salah satu sumber protein nan sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, beragam metode pengolahan telur sebenarnya tetap bisa menjadi pilihan menu sehari-hari.

Anak boleh mengonsumsi telur dalam beragam bentuk, seperti:

  • Telur rebus

  • Telur ceplok

  • Telur dadar

Yang terpenting, telur dimasak dengan betul dan matang sempurna agar kondusif dikonsumsi anak.

Cara Memasak Telur agar Nutrisinya Tetap Terjaga

Ilustrasi anak makan telur. Foto: Mama Belle and the kids/Shutterstock

Meski makan telur dadar tidak menjadi masalah, langkah memasaknya tetap perlu diperhatikan. Suhu nan terlalu tinggi dapat merusak sebagian vitamin dan kandungan omega-3 nan terdapat dalam telur.

Agar kandungan gizinya tetap optimal, Anda bisa menerapkan beberapa perihal berikut:

  1. Gunakan api mini hingga sedang saat memasak.

  2. Hindari menggoreng telur dengan suhu terlalu tinggi alias metode deep fried.

  3. Pastikan telur matang sempurna untuk mengurangi akibat kontaminasi bakteri.

Jadi, bukan telur dadarnya nan menjadi masalah, melainkan teknik memasaknya. Dengan suhu nan tidak terlalu tinggi dan tingkat kematangan nan pas, telur dadar tetap bisa menjadi menu bergizi untuk mendukung tumbuh kembang si kecil, Moms.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan