Ilustrasi.(Magnific)
MEDIA sosial belakangan ini diramaikan oleh unggahan nan memperingatkan masyarakat agar tidak mencampur pisang ke dalam smoothie nan mengandung buah beri. Klaim tersebut menyebut bahwa enzim dalam pisang dapat menghilangkan faedah nutrisi dari buah beri. Namun, para mahir kesehatan menegaskan bahwa peringatan tersebut kurang konteks dan condong menyesatkan.
Klaim ini mulai viral setelah pembuat konten @CaucasianJames mengunggah video di TikTok pada 28 Mei 2026 yang ditonton lebih dari 17,5 juta kali. Ia menyatakan ada enzim dalam pisang nan merusak nilai gizi beri. Tren ini semakin meluas hingga ke platform Instagram, apalagi diperkuat oleh ringkasan pencarian AI nan belum terverifikasi sepenuhnya.
Berdasarkan Studi Terbatas
Narasi nan beredar tersebut sebenarnya berakar dari satu studi tahun 2023 nan diterbitkan dalam jurnal Food & Function milik Royal Society of Chemistry. Studi tersebut meneliti flavan-3-ols (flavanol), senyawa sehat untuk jantung dan kognitif nan banyak ditemukan dalam beri.
Para peneliti mau memandang gimana enzim polyphenol oxidase (PPO)--enzim nan menyebabkan pencokelatan pada buah--memengaruhi penyerapan flavanol. Pisang dipilih sebagai objek lantaran mempunyai aktivitas PPO nan tinggi secara alami.
Namun, ada poin krusial nan sering terlewatkan dalam narasi viral:
- Studi tersebut mempunyai sampel nan sangat kecil, ialah hanya delapan pria.
- Penelitian difokuskan secara spesifik pada penyerapan satu jenis senyawa (flavanol), bukan keseluruhan nutrisi buah.
- Gunter Kuhnle, salah satu penulis studi dari University of Reading, menegaskan bahwa enzim PPO tidak merusak vitamin alias mineral lain dalam beri.
Catatan Pakar: Javier Ottaviani dari University of California, Davis, menyatakan bahwa pisang tetap menjadi pilihan tepat untuk smoothie. Namun, jika tujuan utama Anda adalah memaksimalkan asupan flavanol secara spesifik, barulah disarankan untuk tidak mencampurnya dengan buah tinggi PPO.
Manfaat Smoothie Tetap Direkomendasikan
Angie Tagtow, master nutrisi independen dan mantan kepala pelaksana Pusat Kebijakan dan Promosi Nutrisi USDA, mengingatkan bahwa kesehatan pola makan tidak bisa dinilai hanya dari satu kombinasi senyawa saja. Tubuh memerlukan hubungan beragam nutrisi, vitamin, dan mineral nan beragam.
Pisang kaya kalium, kalsium, serta vitamin A, C, dan B-kompleks nan mendukung kegunaan ginjal dan mencegah kram otot. Di sisi lain, beri merupakan sumber serat, folat, vitamin K, dan vitamin E nan luar biasa.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat bahwa hanya sekitar 12,3 persen orang dewasa nan memenuhi sasaran konsumsi buah harian. Oleh lantaran itu, otoritas kesehatan seperti USDA tetap merekomendasikan smoothie sebagai strategi efektif untuk meningkatkan konsumsi buah harian masyarakat.
Kesimpulannya, mencampur pisang dan beri dalam smoothie tidak bakal menghilangkan semua nutrisi. Anda tetap mendapatkan faedah serat, vitamin, dan mineral nan melimpah dari kedua buah tersebut. (AFP/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·