Petugas mengisi BBM jenis Biosolar B50 di salah satu SPBU di Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/7/2026).(ANTARA/Yudi Manar)
BELAKANGAN ini, media sosial diramaikan oleh klaim nan menyebut bahwa mencampurkan minyak kayu putih ke dalam tangki bensin dapat membikin konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi lebih hemat. Namun, masyarakat diminta untuk tidak mentah-mentah mengikuti tren tersebut tanpa dasar ilmiah nan jelas.
Dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Dr. Leopold Oscar Nelwan, memberikan peringatan keras mengenai kejadian ini. Menurutnya, klaim nan beredar luas tersebut belum didukung oleh bukti ilmiah nan kuat untuk kendaraan produksi standar.
Penelitian Ilmiah vs Praktik di Masyarakat
Dr. Leopold menjelaskan bahwa memang betul terdapat sejumlah penelitian nan mengkaji penggunaan eucalyptus oil alias minyak eukaliptus sebagai campuran bahan bakar (fuel blend).
Dalam kondisi laboratorium dengan proporsi tertentu, minyak tersebut dilaporkan bisa meningkatkan parameter performa mesin dan menurunkan emisi.
Namun, dia menegaskan adanya perbedaan mendasar antara penelitian tersebut dengan praktik nan dilakukan masyarakat saat ini.
"Penelitian tersebut menggunakan minyak dengan spesifikasi unik dan komposisi campuran nan dirancang secara ilmiah. Hal ini berbeda dengan menambahkan minyak kayu putih komersial dalam jumlah mini ke dalam tangki kendaraan," jelasnya.
Minyak kayu putih mengandung senyawa organik volatil dengan komponen utama 1,8-cineole (eucalyptol). Meski senyawa ini dapat memengaruhi sifat bahan bakar seperti nomor oktan dan volatilitas, efektivitasnya sangat berjuntai pada komposisi dan jumlah nan tepat.
Perbedaan Fuel Blend dan Aditif
Masyarakat perlu memahami perbedaan antara campuran bahan bakar (fuel blend) dan aditif agar tidak salah kaprah dalam merawat kendaraan.
| Fuel Blend | Digunakan dalam proporsi besar (beberapa persen hingga puluhan persen) untuk mengubah sifat bahan bakar secara nyata. |
| Aditif | Ditambahkan dalam konsentrasi sangat mini dengan sistem kerja spesifik nan sudah teruji. |
Hingga saat ini, belum ada penjelasan ilmiah nan membuktikan bahwa minyak kayu putih komersial dapat bekerja sebagai aditif nan efektif dalam jumlah kecil.
Risiko Kerusakan Mesin
Alih-alih hemat, penggunaan minyak kayu putih nan tidak terukur justru menyimpan akibat bagi mesin kendaraan. Dr. Leopold menyoroti beberapa potensi ancaman jangka panjang, di antaranya:
- Ketidakstabilan campuran bahan bakar.
- Pembentukan deposit (kerak) pada ruang bakar.
- Masalah kompatibilitas dengan sistem bahan bakar.
- Gangguan pada ketahanan injektor dan komponen mesin lainnya.
Cara Hemat BBM nan Terbukti Secara Ilmiah
Dibandingkan melakukan penelitian nan berisiko merusak mesin, Dr. Leopold menyarankan pemilik kendaraan untuk menerapkan langkah-langkah nan sudah teruji secara ilmiah untuk menghemat konsumsi bahan bakar:
- Perawatan Berkala: Melakukan servis rutin agar performa mesin tetap optimal.
- Tekanan Ban: Menjaga tekanan udara ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
- Spesifikasi Bahan Bakar: Menggunakan oli dan jenis bahan bakar nan sesuai dengan kitab manual kendaraan.
- Beban Kendaraan: Mengurangi beban nan tidak perlu di dalam kendaraan.
- Gaya Berkendara: Menerapkan teknik eco-driving dengan menghindari percepatan mendadak dan pengereman berlebihan.
(Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·