Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga adanya keterlibatan tokoh politik di kembali tindakan mahasiswa nan menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, meyoroti mobi milik eks Ketua BEM UI Tiyo Ardianto nan disinyalir milik adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.
Dugaan tersebut disampaikan dalam pernyataan sikap BEM Bersatu nan menyoroti sejumlah indikasi keterkaitan antara ketua tindakan dengan jejaring politik tertentu.
"Kedua, kami memandang indikasi kuat keterlibatan tokoh politik praktis dalam aktivitas ini. Salah satu ketua aksi, Tiyo Ardianto, diduga mempunyai kedekatan dengan jaringan politik tertentu," kata Rahmat dalam pernyataan sikap BEM Bersatu, Selasa (16/5).
"Mobil Fortuner nan digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, nan merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," tambahnya.
Menurut Rahmat, keterkaitan tersebut juga terlihat dari kehadiran Tiyo Ardianto dalam sebuah forum nan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.
"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan nan bakal dilaksanakan di Bandung pada tanggal (18 Juni 2026) mendatang, berbareng dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum nan sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring nan patut dicermati," ujarnya.
BEM Bersatu menilai sejumlah tindakan mahasiswa belakangan mulai kehilangan arah lantaran dinilai minim kajian dan tidak mempunyai substansi tuntutan nan jelas. Mereka juga mempertanyakan kenapa Program MBG justru menjadi sasaran penolakan.
"Kami mempertanyakan prioritas rumor nan diangkat. Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada rumor nan tidak menjadi urgensi utama. Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis nan berakibat langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan," kata Rahmat.
BEM Bersatu juga menegaskan penolakannya terhadap segala corak intervensi politik praktis dalam aktivitas mahasiswa. Mereka meminta agar aktivitas mahasiswa tetap independen dan berpihak pada kepentingan rakyat.
"Kami, BEM Bersatu, menolak segala corak penungangan aktivitas mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa kudu tetap menjadi bunyi rakyat, bukan perangkat elite dalam perebutan kekuasaan," tegasnya.
Selain itu, BEM Bersatu mendesak sterilisasi aktivitas mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, maupun corak intervensi politik praktis lainnya. Mereka juga menyatakan support terhadap keberlanjutan Program MBG dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·