Gempa susulan pasca gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur.(Dok BMKG)
AKTIVITAS gempa susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap terus berjalan 18 hari setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Hingga Rabu (2/9) pukul 20.01, Wita BMKG mencatat 11.422 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan gempa susulan tersebut tetap menjadi bagian dari rangkaian aktivitas kegempaan pascagempa utama M7,7. Gempa terbaru nan tercatat pada Rabu malam berkekuatan M3,8 dan dirasakan di Kabupaten Manggarai.
“Gempa ini merupakan rangkaian susulan gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026,” kata Arief.
Gempa M3,8 terjadi pukul 19.56.56 Wita dengan pusat gempa di darat, sekitar 29 kilometer utara Manggarai, pada kedalaman 14 kilometer. Gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan sistem pergerakan naik (thrust).
Guncangan dirasakan di Manggarai dengan intensitas III MMI. Meski demikian, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Arief mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh rumor nan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari gedung nan retak alias rusak akibat gempa serta mengikuti info resmi BMKG. (PO/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·