Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sejumlah perusahaan memilih menunda penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) lantaran kondisi pasar dinilai belum bisa memberikan nilai nan optimal.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menekankan keputusan perusahaan untuk melanjutkan alias menunda IPO sangat berjuntai pada kondisi pasar.
“Kalau IPO kan memang pertama sangat tergantung kepada kondisi pasar. Saat ini ada beberapa nan menunda IPO lantaran kondisi pasar nan dirasa tidak bisa memberikan nilai nan optimal,” kata Jeffrey kepada wartawan di gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/8).
Di sisi lain, BEI menyatakan tak hanya mengejar jumlah perusahaan nan mencatatkan saham di bursa. Bursa bakal lebih mengutamakan kualitas perusahaan nan masuk ke pasar modal untuk memastikan penanammodal memperoleh pilihan investasi nan baik.
“Kemudian dari kami di Bursa Efek Indonesia, kami juga sudah bermufakat dan berkomitmen bahwa kami bakal mengutamakan kualitas daripada kuantitas,” terang Jeffrey.
“Oleh lantaran itu, tentu untuk memberikan pilihan investasi nan baik kepada investor, kami bakal melakukan seleksi nan lebih baik kepada calon perusahaan tersebut,” tambahnya.
Sepanjang tahun ini per 28 Agustus, BEI mencatat sudah 7 perusahaan nan telah IPO. Sehingga total perusahaan tercatat di BEI ada 963 emiten
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·