Begini Cara Sindikat Uang Palsu di Tangsel Raup Untung, Modusnya 3:1

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Polisi membongkar modus sindikat pencetak uang palsu dalam mencari keuntungan. Sindikat tersebut menerapkan skema tiga lembar duit tiruan ditukar dengan satu lembar duit asli.

Sindikat tersebut dibongkar Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di sebuah ruko di Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan. Polisi menyita 360.000 lembar duit tiruan pecahan Rp 100 ribu dengan total nilai mencapai Rp 36 miliar.

"Jadi dari satu, tiga duit tiruan itu sebanding dengan satu duit original ya, alias kita bilang 3:1. Jadi itu nan diambil untung dari situ," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon, Sabtu (22/8/2026).

Produksi duit tiruan tersebut telah berjalan sejak Maret 2026. Selama empat bulan, para pelaku mencetak duit tiruan sebelum akhirnya digerebek pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Polisi mengamankan empat orang berinisial N, S, D, dan AB. Tiga orang bekerja mencetak duit palsu, sedangkan AB berkedudukan sebagai pemberi order sekaligus penyandang dana.

"Jadi nan memberi order ini menjadi otak ya lantaran inisial AB pemberi order daripada tiga ini. Dia menyiapkan empat bulan nan lampau sarana-sarana nan ada, nan lain sudah diberikan DP untuk melakukan aktivitas produksi," ujar Victor.

Dari lokasi, polisi menyita mesin offset, printer, perangkat pressing benang, tinta, laptop, dan sejumlah peralatan lainnya. Nilai seluruh perangkat produksi diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Dua dari empat pelaku diketahui merupakan residivis kasus duit palsu. Keduanya pernah terlibat perkara serupa pada 2019 dan 2022.

"Mereka ini namanya jaringan ya, jadi pada saat salah satunya, salah duanya itu keluar dari tahanan mereka bakal menginformasikan kira-kira ada aktivitas apa alias pekerjaan apa nan sama nan bisa dibantu," ungkap Victor.

Uang tiruan nan diproduksi mempunyai kualitas Grade A. Uang tersebut dilengkapi nomor seri, benang pengaman, hologram, hingga simbol negara.

"Kualitas nan kami bisa temukan, ini adalah kualitas Grade A. Di mana ada nomor seri, kemudian ada benang pengaman, kemudian ada hologram, dan juga ada simbol negara di situ," katanya.

Sebagian duit tiruan telah dipotong dan siap diedarkan. Namun, Victor memastikan duit tersebut belum sempat beredar.

Rencananya, duit tiruan bakal dimasukkan ke salah satu bank swasta dengan langkah dicampur berbareng duit asli.

"Jadi biasanya dicampur ya antara original dengan tiruan bakal dicampur," jelas Victor.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita