Jakarta, CNN Indonesia --
Polemik mengenai piagam S1 milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali berlanjut.
Kali ini, YouTuber Michael Sinaga menyatakan telah melakukan komparasi dan menemukan perbedaan atas piagam Jokowi nan diperolehnya dari dua sumber berbeda, ialah PDI Perjuangan (PDIP) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui master kebijakan publik Bonatua Silalahi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berbeda letak legalisirnya, cap legalisirnya berbeda. Itu semuanya di kanan atas, tapi jika kita sandingkan kiri-kanan alias kita tempelin gitu kan, jika kita tempelin terus kita terawang kan ketahuan dia agak berbeda sedikit," kata Michael dikutip Senin (8/6).
Michael mengatakan dirinya mengusulkan permohonan info kepada PDIP pada pekan lampau untuk meminta piagam Jokowi. Dia menjelaskan peralatan itu diperlukan untuk kepentingan investigasi pemberitaan.
Sebagai mantan calon legislatif, dalam proses pencalonan, Michael mengatakan seluruh arsip kandidat umumnya diserahkan terlebih dulu kepada partai politik sebelum diteruskan ke KPU.
"Jadi, pengalaman pribadi saya, semestinya seorang calon itu, calon apa pun, calon DPR, calon wali kota, gubernur, presiden, itu memberikan berkas satu rangkap kepada partai. Lalu partai memberikan ke KPU," katanya.
Sementara itu, Politikus PDIP Guntur Romli menuturkan pihaknya memberikan sejumlah arsip mulai dari salinan piagam SMA, piagam sarjana (S1) dan berkas lainnya.
"Kami buka semua berkas, piagam SMA, S1, dan berkas-berkas lain nan bisa dibuka berasas perintah UU Keterbukaan Informasi Publik," kata Guntur saat dihubungi, Senin (8/6).
(ryn/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·