Bea Cukai Jakarta Optimalkan PLB Pangkas Dwelling Time dan Biaya Logistik

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bea Cukai Jakarta Optimalkan PLB Pangkas Dwelling Time dan Biaya Logistik Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi.(Dok. Istimewa)

BEA Cukai terus mendorong optimasi Pusat Logistik Berikat (PLB) sebagai solusi strategis untuk mengatasi penumpukan peralatan di pelabuhan. Fasilitas ini difungsikan sebagai penyangga (buffer) agar peralatan impor dapat segera dipindahkan dari area pabean, nan pada akhirnya diharapkan bisa menekan dwelling time serta efisiensi biaya logistik nasional.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi, menjelaskan bahwa keberadaan PLB memberikan elastisitas bagi importir. Barang nan masuk melalui pelabuhan tidak perlu tertahan lama di area dermaga, melainkan dapat langsung digeser ke akomodasi PLB untuk proses pengedaran lebih lanjut alias digunakan sesuai kebutuhan industri.

Tinjauan Lapangan dan Asistensi Pelaku Usaha

Langkah optimasi ini ditegaskan Hendri saat melakukan kunjungan kerja ke PT Sarana Gemilang di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta, pada Rabu (2/9). Kunjungan tersebut bermaksud untuk memastikan akomodasi PLB dimanfaatkan secara maksimal sekaligus melakukan "belanja masalah" terhadap hambatan nan dihadapi pelaku upaya di lapangan.

"Kami memastikan bahwa akomodasi nan diberikan oleh Bea Cukai itu betul-betul bermanfaat, bisa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan aktivitas usaha," ujar Hendri.

Ia menekankan bahwa peran Bea Cukai sekarang tidak hanya terbatas sebagai trade facilitator nan memberikan kemudahan administratif, tetapi juga kudu memastikan akomodasi kepabeanan berakibat nyata pada pengembangan industri dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Profil Pemanfaatan Fasilitas PLB (Studi Kasus PT Sarana Gemilang):

Indikator Keterangan
Lokasi Fasilitas Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta
Masa Fasilitas 2017 – 2026
Status Kendala Minim hambatan berat/operasional lancar
Fungsi Utama Reduksi dwelling time & logistic cost

Reduksi Occupancy Rate Pelabuhan

Hendri memaparkan bahwa PLB berkedudukan krusial dalam mengurai "benang kusut" di pelabuhan dengan langkah menurunkan tingkat keterisian area alias occupancy rate. Dengan tersedianya ruang penyimpanan di luar pelabuhan (bonded storage), arus peralatan menjadi lebih lancar.

Namun, dia memberikan catatan bahwa kegunaan PLB berfokus pada manajemen arus peralatan dan bukan untuk mengatasi kemacetan lampau lintas kendaraan di sekitar pelabuhan. "Yang kita bisa urai itu adalah occupancy rate nan ada di pelabuhan, lantaran peralatan bisa keluar lebih cepat. Kemacetan di lampau lintasnya itu di luar domain Bea Cukai," tegasnya. (Metrotvnews/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia