Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 03 April 2026 |15:34 WIB

Harga BBM 9Foto: Okezone)
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti kebijakan pemerintah nan tak buru-buru meningkatkan nilai BBM di tengah rumor keterbatasan BBM akibat bentrok di Timur Tengah. Belum adanya penyesuaian nilai BBM bersubsidi dinilai sebagai langkah terukur untuk menghindari akibat tekanan ekonomi bagi bumi upaya dan masyarakat.
"Kami terus terang menghargailah upaya pemerintah untuk tidak meningkatkan BBM. Karena dampaknya cukup luas kepada daya beli masyarakat. Pengalaman Indonesia kan waktu naik BBM sangat memukul daya beli masyarakat," kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam kepada awak media, dikutip Jumat (3/4/2026).
Bob menekankan soal akibat inflasi nilai nan bisa kapan saja dihadapi kalangan pengusaha sehingga berakibat keahlian membeli peralatan oleh masyarakat. Kendati demikian, Apindo mengimbau bumi upaya sebisa mungkin untuk meletakkan kebijakan kenaikan nilai sebagai opsi terakhir, ketika biaya produksi melambung akibat kenaikan nilai BBM.
"Jadi jangan sampai daya beli terpukul, kami meningkatkan harga. Nah kemudian di supply chain begitu juga. Walaupun kelangkaan ini bakal memacu kenaikan harga, tapi sedapat mungkin kita di sektor industri untuk menahan diri.
"Sama-sama menjagalah agar baik produsen maupun konsumen bisa tetap terjaga kelangsungannya," imbuhnya.
Meski begitu, Bob menyadari bahwa pemerintah tidak bisa menahan kebijakan kenaikan nilai BBM lebih lama, terlebih eskalasi perang antara AS-Israel dan Iran kian meninggi. Sebab, ada anggaran negara nan dihabiskan untuk setiap subsidi akibat kenaikan nilai minyak mentah.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·