Seorang petugas pompa bensin mengkonfirmasi pembayaran melalui telepon seluler usai mengisi bahan bakar ojek di SPBU TotalEnergies jelang pengumuman kenaikan nilai bahan bakar, di Nairobi, Kenya, 14 April 2026. REUTERS/Thomas Mukoya
Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ibu kota Kenya, Nairobi, pada 15 April 2024. REUTERS/Thomas Mukoya
Lonjakan ini terjadi seiring kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan nilai bahan bakar nan mulai bertindak tepat setelah tengah malam. REUTERS/Thomas Mukoya
Harga bahan bakar dilaporkan melonjak tajam, dengan kenaikan mencapai 40 shilling Kenya (KES) per liter untuk solar dan nyaris 29 shilling untuk bensin. REUTERS/Thomas Mukoya
Kenaikan ini terjadi setelah berminggu-minggu spekulasi, nan sebelumnya dipicu oleh agunan pemerintah bahwa nilai tidak bakal naik. (REUTERS/Thomas Mukoya)
Namun, tekanan dari meningkatnya nilai daya dunia serta lonjakan biaya pengiriman akibat bentrok nan melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran, membikin kebijakan tersebut tak dapat dipertahankan. (REUTERS/Thomas Mukoya)
Negara-negara Afrika, termasuk Kenya, menjadi pihak nan paling rentan terhadap gangguan pasokan daya global. Konflik nan berjalan nyaris menghentikan pengedaran sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair bumi nan melewati Selat Hormuz—jalur vital perdagangan daya internasional. REUTERS/Thomas Mukoya
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·