Bayi Kembar Siam asal Jepara Berhasil Dipisah di RSUP Dr Kariadi Semarang

Sedang Trending 12 menit yang lalu
Bayi berjulukan Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely setelah melewati operasi pemisahan kembar siam pada Jumat (21/8). Foto: Intan Alliva/kumparan

RSUP Dr. Kariadi Semarang sukses melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam asal Jepara. Bayi berjulukan Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely mengalami kembar siam dempet di bagian tulang panggul bawah alias Ischiopagus Tetrapus.

Ketua tim operasi pemisahan, dr Agoes Wibisono mengatakan, sebelum dilakukan operasi, Shayna dan Shazia nan lahir pada 12 Januari 2025, sudah menjalani serangkaian perawatan serta persiapan secara bertahap.

"Operasi pemisahan dilaksanakan pada 28 Juli 2026. Operasinya sekitar 12 jam," ujar Agoes, Jumat (21/8).

Ada 20 master nan terlibat dalam operasi pemisahan ini. Mulai dari master ahli anak, bedah anak, kandungan, urologi, ortopedi, anestesi, bedah plastik dan sejumlah master ahli lainnya.

"Kita sepakat untuk melakukan pemisahan dan alhamdulillah melangkah lancar. Kami pisahkan pada usia 1 tahun 6 bulan lantaran menunggu kandung kemihnya besar agar bisa dipisahkan," jelas dia.

Ia menjelaskan, kondisi Shayna dan Shazia nan mengalami kembar siam dempet di bagian tulang panggul bawah membikin anus, vagina, dan kandung kemih mereka menyatu

"Jadi dua usus bayi itu berasosiasi menjadi satu sehingga kita buat lubang BAB dulu agar mereka bisa makan, bisa minum dengan baik," jelas dia.

Operasi pemisahan kembar siam ini merupakan operasi nan keempat bagi RSUP dr Kariadi. Biaya operasi Shayna dan Shazia apalagi dibantu oleh para master dan tenaga kerja RSUP dr Kariadi.

"Biaya nan sudah dikeluarkan sampai hari ini masing-masing berkisar Rp 200 juta," sebut Agoes.

Sebelum operasi dilakukan, tim master juga melakukan serangkaian pendekatan kepada family bayi agar mereka percaya keputusan ini merupakan keputusan terbaik.

"Sejak awal kita libatkan seluruh tim untuk obrolan dengan keluarganya dengan ayah, ibu dan neneknya. Kita sampaikan gimana kesulitannya apa nan terjadi selanjutnya, dari situ family mantap dan mempercayakan kepada kami," ungkap Agoes.

Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi Agus Akhmadi menambahkan, meski per hari ini kedua bocah itu sudah diperbolehkan pulang ke rumah, pihaknya tetap bakal terus melakukan pemantauan dan pendampingan.

"Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes Jepara dan Puskesmas Nalumsari 1 agar terus dipantau tumbuh kembangnya, kesehatan, rehabilitasinya," imbuh Akhmadi.

Akhmadi juga menyebut, selain ditanggung BPJS juga, biaya operasi juga berasal dari sumbangan master dan tenaga medis nan peduli dengan kondisi bayi tersebut.

"Jadi kan kami kan RS jenis A rujukan. Jadi jika ada nan bisa ditanggung BPJS ya ditanggung, tapi jika tidak masa nggak kita urusin, kan engga," ucap Akhmadi.

Sementara itu, orang tua bayi, Solihul Huda (29) mengaku kondisi anaknya nan kembar siam sudah terdeteksi saat kandungan berumur 4 bulan.

"Sudah terdeteksi di usia 4 bulan kandungan. Makanya langsung dirujuk ke Kariadi," ungkap Huda.

Saat ini, dia dan family merasa banget senang dengan kondisi dan perkembangan Shayna dan Shazia. Ia tak menyangka operasi besar sudah dilewati kedua anaknya.

"Alhamdulillah rasanya senang. Terima kasih untuk tim dokter, direktur, suster nan sudah merawat anak saya. Ini anak kedua dan ketiga saya. Dibantu semua oleh master di sini," kata Huda nan bekerja sebagai kuli gedung tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan