Banyak Industri Naikkan Harga Jual, Menperin Ungkap Penyebabnya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Minggu, 05 April 2026 |14:01 WIB

Banyak Industri Naikkan Harga Jual, Menperin Ungkap Penyebabnya

Banyak Industri Naikkan Harga Jual, Menperin Ungkap Penyebabnya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menitikberatkan ketidakpastian dunia akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran turut menekan rantai pasok, nan salah satunya dipengaruhi pada berkurangnya pasokan bahan baku sejumlah industri. Akibatnya, inflasi nilai tidak terelakkan di dalam negeri.

Dari info nan dihimpun Kemenperin bahwa secara dunia survei Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur menunjukkan tekanan inflasi meningkat dan rantai pasok terganggu akibat bentrok geopolitik, khususnya di Timur Tengah, nan berakibat pada kenaikan biaya daya dan bahan baku.

“Kalau kita lihat secara global, nyaris semua negara mengalami tekanan nan sama, baik dari sisi biaya maupun supply chain," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan resmi, Minggu (5/4/2026).

Pada Maret 2026, tercatat adanya penurunan pada output dan pesanan baru, seiring dengan terganggunya pasokan bahan baku dan membikin nilai bahan baku naik. Selain itu, waktu pengiriman bahan baku mengalami keterlambatan paling tajam sejak Oktober 2021.

Tekanan biaya juga meningkat signifikan, dengan inflasi nilai bahan baku mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini mendorong produsen untuk menyesuaikan nilai jual guna menjaga keberlanjutan usaha.

Meski demikian, Kemenperin mencatat bahwa sektor manufaktur nasional kembali menunjukkan ketahanannya di tengah ketidakpastian kondisi dunia seperti bentrok geopolitik, gangguan rantai pasok, serta kenaikan nilai bahan baku. 

Hal ini merujuk kembali pada capaian PMI Indonesia pada Maret 2026 nan berada di level 50,1 alias tetap berada di area ekspansi.

“Kami kaget sekaligus berterima kasih bahwa di tengah kondisi nan super berat, baik dari sisi dunia maupun domestik, rata-rata PMI manufaktur Indonesia tetap di atas nomor 50. Ini menunjukkan resiliensi nan kuat dari sektor manufaktur tanah air,” ujar Agus.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com