Bank Jateng Raih Peringkat idAA dengan Prospek Stabil dari PEFINDO

Sedang Trending 13 jam yang lalu

Jakarta -

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperoleh ranking idAA- dengan prospek Stabil (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) periode 2026-2027. Peringkat tersebut menunjukkan Bank Jateng mempunyai kapabilitas dalam memenuhi finansial jangka panjang.

Capaian ini sekaligus menegaskan ketahanan esensial perseroan, didukung permodalan nan kuat, likuiditas terjaga, serta tata kelola dan manajemen akibat nan terus diperkuat.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, mengatakan pencapaian ranking idAA- dengan prospek stabil menjadi corak kepercayaan terhadap esensial dan keahlian Bank Jateng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pencapaian ranking idAA- dengan prospek stabil ini bukan sekadar nomor di atas kertas, melainkan bukti nyata atas kepercayaan masyarakat Jawa Tengah serta hasil dari kerja keras seluruh insan Bank Jateng. Kami bakal terus menjaga esensial bank, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, sekaligus meningkatkan kualitas jasa kepada masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Hingga semester I 2026, Bank Jateng mencatat total aset sebesar Rp 95,03 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal alias Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 22,5%. Posisi tersebut memberikan ruang nan kuat bagi perseroan untuk menyerap potensi akibat sekaligus mendukung ekspansi upaya secara berkelanjutan.

Kondisi likuiditas Bank Jateng juga tetap terjaga. Posisi tersebut antara lain didukung oleh penempatan portofolio pada instrumen berisiko rendah, seperti instrumen Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara (SBN).

Ia menegaskan kekuatan esensial tersebut bakal menjadi injakan bagi Bank Jateng untuk menjalankan peran sebagai bank pembangunan wilayah sekaligus mitra finansial masyarakat Jawa Tengah.

"Perbankan modern kudu datang dengan hati, memadukan kemudahan teknologi digital dengan kedekatan kepada nasabah. Karena itu, kami berkomitmen terus memperluas jasa digital dan memperkuat pembiayaan sektor produktif agar Bank Jateng semakin memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah," katanya.

Bank Jateng telah melayani masyarakat Jawa Tengah sejak 1963. Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Saat ini, Bank Jateng mempunyai pangsa pasar angsuran dan simpanan sekitar 16%-17% di Jawa Tengah.

Penguatan jasa tersebut didukung oleh lebih dari 6.751 insan Bank Jateng serta jaringan pengedaran nan mencakup 44 instansi cabang, 150 instansi bagian pembantu, dan lebih dari 10.604 instansi kas serta titik pembayaran.

Di sisi pembiayaan, Bank Jateng juga terus memberikan perhatian terhadap sektor upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Juni 2026, porsi pembiayaan UMKM mencapai 31,8% dari total penyaluran kredit.

Selain pembiayaan UMKM, portofolio pembiayaan konsumen bagi aparatur sipil negara (ASN) mencapai sekitar 47% dari total kredit. Segmen tersebut terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas jasa dan percepatan transformasi digital.

Bank Jateng bakal terus melanjutkan transformasi jasa perbankan, termasuk penguatan transaksi digital dan mobile banking. Perseroan juga bakal memperluas kerjasama dengan beragam ekosistem ekonomi wilayah serta tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis.

"Kepercayaan nan diberikan kepada Bank Jateng menjadi tanggung jawab untuk terus memberikan keahlian terbaik. Kami mau pertumbuhan Bank Jateng tidak hanya tercermin dari

angka-angka keuangan, tetapi juga dari semakin besarnya faedah nan dirasakan masyarakat dan pelaku upaya di Jawa Tengah," tuturnya

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance