Banjir-Longsor di Sinjai Sulsel, Puluhan Rumah Terdampak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Makassar, CNN Indonesia --

Bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat nan menyebabkan tiga kecamatan terdampak.

"Bencana ini dipicu hujan dengan intensitas sedang dan lebat melanda wilayah tersebut, hingga ada tiga kecamatan terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (7/6).

Hujan tersebut melanda Kabupaten Sinjai sejak Rabu (3/6) hingga Kamis (4/6), menyebabkan banjir di Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Utara, dan Tellu Limpoe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banjir dan longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat nan melanda wilayah tersebut. Kondisi diperparah oleh tanah nan labil sehingga memicu longsor di beberapa lokasi," ungkapnya.

Berdasarkan info BPBD, terdapat desa/kelurahan nan terdampak longsor yakni, Desa Panaikang, Lasiai, Saukang, dan Sanjai di Kecamatan Sinjai Timur.

Kemudian Desa Bua dan Lembang Lohe di Kecamatan Tellu Limpoe, Desa Tompobulu di Kecamatan Bulupoddo, Desa Aska dan Kelurahan Biringere di Kecamatan Sinjai Selatan, serta Kelurahan Lamatti Rilau di Kecamatan Sinjai Utara.

Muhari menyebut akibat banjir tersebut terdapat 21 rumah penduduk terdampak, 60 hektar sawah terendam dan dua ekor kuda meninggal tenggelam.

"Banjir juga menyebabkan 11 ruas jalan, enam unit perkantoran, satu akomodasi umum, dan dua akomodasi pendidikan terdampak. Kondisi banjir pada Kamis (4/6) telah surut, namun akses jalan penghubung Desa Sukamaju dan Erabaru di Kecamatan Tellu Limpoe tetap terputus," jelasnya.

Sementara itu, tanah longsor menyebabkan tujuh rumah warga, satu hektar lahan persawahan, satu jembatan, dan enam ruas jalan penghubung antardesa terdampak.

"Selain itu, tanah longsor juga menyebabkan pipa PDAM terputus sehingga mengganggu pasokan air bersih ke wilayah Dusun Waetuo," katanya.

Meski demikian, kata Muhari, musibah tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, beberapa penduduk mengungsi setelah rumahnya terdampak.

"Material longsor tetap menutupi sebagian badan jalan, namun tetap dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu, perbaikan pipa PDAM nan rusak tetap terus diupayakan," katanya.

(mir/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional