Wamendagri Ribka: PIKI Harus Pengaruhi Kebijakan, Tinggalkan Warisan bagi Bangsa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wamendagri Ribka Haluk dalam Rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI di Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Kemendagri RI

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) sekaligus Wakil Ketua Umum Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Ribka Haluk menegaskan bahwa PIKI kudu menjadi organisasi nan bisa memberikan pengaruh nyata terhadap kebijakan publik serta meninggalkan legacy alias warisan nan berkepanjangan bagi bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ribka dalam Rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI nan dipimpin Ketua Umum PIKI Maruarar Sirait di Kantor DPP PIKI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

"Kami mau PIKI juga bisa masuk di wilayah ini, bisa mempengaruhi kebijakan. Ada sesuatu legacy yang bakal kudu kita tinggalkan untuk lima tahun dan apalagi seterusnya. Jadi tidak aktivitas pada kegiatan-kegiatan action nan kemudian setelah lima tahun selesai. Makanya saya setuju ekosistem ini kita bangun," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ribka menyampaikan apresiasi kepada Maruarar Sirait atas kepercayaan nan diberikan kepadanya untuk terlibat dalam kepengurusan PIKI. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan sebuah panggilan pelayanan di tengah tanggung jawabnya sebagai Wamendagri nan mengawal ratusan wilayah di Indonesia.

Ribka juga memuji kepemimpinan laki-laki nan biasa disapa Ara tersebut lantaran bisa memberikan teladan bagi seluruh pengurus. Meski menjabat sebagai menteri, Ara tetap meluangkan waktu untuk memimpin dan membangun organisasi.

“Ini menunjukkan kepada kita bahwa gimana keteladanan ini [ditunjukkan] bagi kami nan lain, seperti itu. Seorang Pak Ara saja menjadi sosok nan dikagumi di kalangan kita, tetapi merendahkan diri seperti Kristus, mau memikul salib, memimpin organisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa PIKI tidak boleh hanya menjadi organisasi nan menjalankan aktivitas seremonial, tetapi kudu bisa membangun ekosistem nan menghasilkan gagasan, kader, dan kebijakan nan berakibat bagi masyarakat.

“Ketika kita ada dalam organisasi ini berfaedah kita membawa tanggung jawab nan besar. Saya mau PIKI ini menjadi sebuah organisasi nan mempengaruhi kebijakan,” katanya.

Menurut Ribka, salah satu persoalan utama nan perlu menjadi perhatian PIKI adalah kemiskinan. Karena itu, para intelektual, akademisi, profesional, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan nan tergabung dalam organisasi tersebut perlu bersama-sama melahirkan konsep dan rekomendasi kebijakan nan dapat membantu menjawab beragam tantangan bangsa.

Sementara itu, Ara memberikan apresiasi atas komitmen dan keahlian Ribka Haluk, baik dalam tugas pemerintahan maupun kontribusinya di PIKI. Ara secara unik menyebut Ribka sebagai sosok nan bekerja dengan sangat baik dan memahami kebutuhan daerah, khususnya di area Indonesia Timur.

Ara juga meminta Ribka membantu mengidentifikasi tokoh-tokoh potensial di Papua, NTT, Maluku, dan Maluku Utara nan mempunyai integritas serta komitmen untuk membangun PIKI di daerah.

Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh ketepatan dalam memilih sumber daya manusia nan bakal menjalankan visi dan misi organisasi.

“Jadi tolong pilih orang-orang nan memang bisa menjalankan visi-misi PIKI ini,” tegasnya.

Rapat DPP PIKI menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran intelektual Kristen Indonesia dalam menghasilkan pemikiran strategis, memengaruhi kebijakan publik, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan