Felldy Utama
, Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |15:17 WIB

Kepala BNPB Suharyanto (foto: Okezone)
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan pencarian satu korban nan tetap lenyap menjadi prioritas dalam penanganan darurat musibah banjir bandang alias galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Suharyanto saat Rapat Koordinasi Penanganan di Posko Utama Kabupaten Solok, Kamis 24 September 2026. Dalam rapat tersebut, dia menekankan pentingnya percepatan pencarian korban.
“Yang paling utama sekarang adalah pencarian satu korban nan tetap belum ditemukan," kata Suharyanto dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan info sementara per 24 September 2026, tercatat satu orang meninggal dunia, satu orang tetap dinyatakan lenyap dan dalam pencarian, satu orang mengalami luka berat, serta tiga orang mengalami luka ringan.
Sebanyak 474 jiwa mengungsi. Rinciannya, 39 jiwa mengungsi di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, 17 jiwa di Rumah Dinas Bupati, tujuh jiwa di Rumah Ladang, dan 410 jiwa mengungsi secara berdikari nan tersebar di sejumlah lokasi.
Suharyanto meminta seluruh unsur nan terlibat dalam operasi pencarian bergerak maksimal. Selain pencarian korban, pendataan masyarakat terdampak, pengungsi, rumah, serta akomodasi umum nan mengalami kerusakan juga perlu segera diselesaikan sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Semua nan berangkaian dengan tanggap darurat, masyarakat nan mengungsi, kemudian pendataan kondisi korban itu kudu segera diselesaikan," ujarnya.
32 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·