Arief Setyadi
, Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |15:42 WIB

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto berencana membebaskan biaya pendidikan di satuan pendidikan negeri, mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Rencana itu disambut baik sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjalankan petunjuk konstitusi sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan.
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional, Yuddy Chrisnandi, menyebut rencana tersebut sebagai terobosan nan dapat memberikan akibat langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak dari family dengan keahlian ekonomi terbatas. Menurutnya, pendidikan nan lebih terjangkau dapat membuka kesempatan mobilitas sosial bagi golongan masyarakat tersebut.
Ia juga mengapresiasi komitmen Prabowo untuk mengurangi beban biaya pendidikan nan selama ini ditanggung keluarga. Yuddy mengaitkan pandangannya dengan pengalaman pribadi lantaran seluruh jenjang pendidikan nan ditempuhnya berjalan di lembaga negeri.
"Saya sejak masuk Sekolah Dasar hingga menyelesaikan Doktor sepenuhnya belajar di sekolah negeri. SD, SMP, SMA saya di sekolah negeri di Cirebon, S1 saya di Unpad, S2 dan S3 saya di UI, semuanya sekolah nan dibiayai negara. Biayanya tetap terasa ringan bagi orangtua saat itu dibandingkan sekolah swasta, namun tetap tidak mudah melaluinya dengan beragam keperluan belajar lainnya. Terlebih di era sekarang, biaya sekolah menjadi beban nan cukup berat bagi para orang tua, apalagi bagi nan menyekolahkan anaknya di sekolah negeri," ujar Yuddy dalam keterangannya, dikutip Jumat (25/9/2026).
Selain dikenal sebagai akademisi, Yuddy mempunyai pengalaman di pemerintahan dan diplomasi. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) periode 2014–2016 serta dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Ukraina dengan legalisasi rangkap Georgia dan Armenia pada 2017–2021. Berdasarkan pengalaman tersebut, dia menilai persoalan pembiayaan pendidikan tetap menjadi tantangan bagi family kelas menengah maupun masyarakat berpenghasilan rendah.
33 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·