Bengkel ahli sering menjadi pengganti bagi pemilik mobil nan mau melakukan perawatan di luar jaringan diler resmi. Salah satu pertimbangannya adalah biaya servis nan umumnya lebih terjangkau.
Hal serupa juga terlihat di Bangun Motor, bengkel ahli Mitsubishi di Ciracas, Jakarta Timur. Pemiliknya, Rahmat Hidayat, mengungkapkan bahwa kebanyakan konsumen nan datang bermaksud untuk mencari biaya servis dan spare part yang lebih murah.
"Yang agak jomplang itu nilai jasa lantaran bisa lebih murah 60 persen. Kalau untuk spare part dan oli paling beda sekitar Rp 20 ribuan lah, nggak jauh beda. Saya jual lebih murah dari diler nan krusial tetap ada untung," ucap Rahmat saat ditemui kumparan belum lama ini di bengkelnya, Rabu (26/8).
Rahmat mendapat banyak kepercayaan dari konsumennya lantaran pernah bekerja di pabrikan tiga permata selama 22 tahun. Bisa dibilang urusan pengalaman, tak perlu diragukan lagi. Ia juga menerapkan nyaris seluruh prosedur kerja nan didapat selama berkarier, termasuk menggunakan mesin scanner MUT3 untuk membantu proses pemeriksaan mobil.
Dijelaskannya, sejumlah konsumen nan sebelumnya menjadi pengguna saat dia tetap bekerja di diler, juga kembali menghubunginya setelah dia membuka bengkel sendiri. Ada pula pemilik mobil Mitsubishi keluaran terbaru nan memilih servis di bengkelnya dibandingkan diler resmi.
"Alhamdullilah posisi terakhir saya di service advisor, jadi punya hubungan ke suku cadang, warranty, semua bagian lah. Kalau dulu bukan di posisi itu, mungkin nggak bisa kayak sekarang," tuturnya.
Di sisi lain, Rahmat mengatakan bengkelnya mulai kebanjiran konsumen saat pandemi Covid-19. Ketika sejumlah diler resmi tutup hingga sekitar satu tahun, dia tetap membuka bengkelnya dan melayani servis dari rumah ke rumah.
Selain itu, Rahmat juga aktif di beberapa organisasi mobil Mitsubishi di Facebook. Ia kerap menjawab keluhan personil sekaligus menawarkan support bagi mereka nan mau berkonsultasi alias datang ke bengkelnya.
Bahkan, dia pernah mendapat pertanyaan dari personil organisasi asal Thailand mengenai masalah nan umum terjadi pada Mitsubishi Mirage. Menurutnya, aktivitas tersebut turut membikin nama Bangun Motor dikenal lebih luas dan mendatangkan konsumen dari rekomendasi mulut ke mulut.
"Saya memang konsepnya bagi ilmu. Konsumen saya paling jauh itu dari Aceh, dia bela-belain ke Jakarta, mobilnya Pajero, datang sekitar tahun 2025. Kata dia diler di sana nggak bisa ngerjain, sudah putus asa. Akhirnya jadi datang ke sini setelah tau bengkel saya dari organisasi Facebook," tutup Rahmat.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·