Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) khususnya di Bali dengan kapabilitas 1.000 Mega Watt (MW) bakal menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis hingga 0,6 juta kilo liter (kl).
Proyek tersebut merupakan bagian dari megaproyek PLTS kapabilitas total 100 Giga Watt (GW) di beragam wilayah Indonesia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penghematan BBM itu bakal dicapai melalui konversi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi PLTS.
"Khusus untuk Bali dengan kita memakai 1.000 Megawatt itu bisa melakukan efisiensi 0,6 juta kiloliter solar nan dilakukan oleh PLN. Selama ini rupanya Bali ini tetap pakai PLTD," katanya dalam peresmian program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, dikutip Rabu (26/8/2026).
Bahlil juga menyebut pembangunan proyek di Bali memanfaatkan lahan negara seluas 1.000 hektare nan telah dikoordinasikan berbareng pemerintah wilayah setempat. Upaya transisi ke daya surya tersebut dipandang krusial lantaran Bali mempunyai rencana besar dalam menarik sektor pariwisata nan berbasis pada penggunaan daya bersih.
"Jadi tidak heran kemudian jika ini kita lakukan di Bali Pak lantaran kampanyenya adalah green energy. Jadi saya tadi sempat guyon dengan Pak Gubernur, saya bilang Pak Gubernur mengelola negara ini jangan dilihat warna," imbuhnya.
Secara nasional, program PLTS ini ditargetkan mencapai kapabilitas 100 GW dalam waktu tiga tahun dengan total kebutuhan investasi mencapai Rp 1.140 triliun. Kehadiran sumber daya terbarukan ini diharapkan bisa memberikan efisiensi anggaran subsidi daya negara hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya.
Pemerintah berkomitmen mengawal pengerjaan megaproyek ini agar rampung sesuai sasaran guna memperkuat kedaulatan energi. Pemanfaatan teknologi panel surya buatan dalam negeri dan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama agar nilai tambah ekonomi tetap berputar di dalam negeri.
Berdasarkan info Kementerian ESDM, pembangunan tahap awal difokuskan pada 14 proyek pertama dengan total kapabilitas 5.216 Mega Watt peak (MWp) nan tersebar di beragam wilayah. Berikut adalah daftar proyek strategis PLTS nan masuk dalam tahap tender dan konstruksi:
Proyek Siap Tender:
- PLTS Terapung Jatiluhur (Jawa Barat): 1.688 MWp
- PLTS Terapung Cirata (Jawa Barat): 1.250 MWp
- PLTS Terapung Jatigede (Jawa Barat): 636 MWp
- PLTS+BESS Klaster Madura (Jawa Timur): 605 MWp
- PLTS Bali (Gilimanuk): 300 MWp
- PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta (Jawa Barat): 69 MWp
Proyek Konstruksi & Groundbreaking:
- PLTS Banyuwangi (Jawa Timur): 130,2 MWp (Groundbreaking)
- PLTS Pasuruan (Jawa Timur): 132 MWp (Groundbreaking)
- PLTS Terapung Gajah Mungkur (Jawa Tengah): 134,2 MWp (Groundbreaking)
- PLTS Terapung Karangkates (Jawa Timur): 133 MWp (Konstruksi 56,54%)
- PLTS Terapung Saguling (Jawa Barat): 92 MWp (Konstruksi 44,4%)
- PLTS Tembesi (Batam): 46 MWp (Konstruksi 65%)
- PLTS Desa Sembur (Batam): 0,92 MWp
- PLTS Pulau Rengit: 0,078 MWp
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·