Baku Tembak di Lampung Utara: Buron Narkoba Tewas, 3 Polisi Terluka

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Baku tembak antara polisi dengan buron kasus kepemilikan senjata api dan narkoba terjadi di Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (25/8) sekitar pukul 02.45 WIB.

Buron nan diketahui berjulukan Popi Handika Purba (30) tewas dalam baku tembak tersebut. Sementara tiga personil polisi terluka ialah Aipda Adizar, Aipda Adi Agus Candra, dan Brigpol Ariyadi.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan kejadian bermulai dari info mengenai keberadaan Popi nan sedang dicari polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggota mendapatkan info adanya dugaan penyalahgunaan senjata api. Tim kemudian bergerak untuk melakukan penyisiran dan pengamanan terhadap pelaku," kata Ivan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Popi saat itu berada di teras rumah Fathul Huda berbareng dua orang lainnya. Salah satu orang nan berada di letak diketahui merupakan Adit, kakak kandung Popi.

Petugas kemudian mendatangi letak dari beberapa arah. Saat mengetahui kehadiran polisi, Popi disebut berdiri dan mengambil senjata api nan diselipkan di bagian perutnya.

Polisi sempat meminta Popi menyerahkan diri. Petugas apalagi meminta Adit membantu membujuk Popi agar tidak melakukan perlawanan.

"Petugas sudah memberikan peringatan agar pelaku menyerahkan diri. Bahkan personil juga meminta kakak kandung pelaku untuk membantu membujuk nan bersangkutan," ujar Ivan.

Namun, Popi justru mundur sembari mengarahkan senjata api kepada petugas. Ia kemudian melepaskan tiga tembakan ke arah personil polisi.

Petugas kemudian melakukan tindakan tegas hingga terjadi baku tembak. Popi akhirnya tersungkur di teras rumah.

"Pelaku melakukan perlawanan aktif dengan menembakkan senjata ke arah anggota. Tim kemudian melakukan tindakan tegas untuk menghentikan ancaman tersebut," kata Ivan.

Popi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi. Namun, berasas hasil pemeriksaan, dia tiba di rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Polisi menemukan luka tembak pada bagian dada kiri atas serta paha atas dekat selangkangan. Jenazah kemudian dibawa family untuk dimakamkan. Keluarga juga menolak pemeriksaan lanjutan dan autopsi.

Tiga polisi terluka

Baku tembak tersebut menyebabkan tiga personil polisi mengalami luka.

Aiptu Adizar mengalami luka tembak pada betis kaki kanan dan proyektil tetap bersarang. Sementara Aipda Adi Agus Candra mengalami luka lecet di pelipis kiri serta memar di bagian atas telinga kiri.

Adapun Brigpol Aryadi mengalami luka tembak pada bagian perut dengan proyektil tetap bersarang. Ia kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dari letak kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah peralatan bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver nan diduga milik Popi.

Selain itu, polisi menyita dua butir peluru aktif kaliber 9 milimeter dan tiga selongsong peluru kaliber 9 milimeter.

Polisi menyebut Popi merupakan daftar pencarian orang (DPO) Satresnarkoba Polres Lampung Utara. Ia juga diduga mempunyai keterkaitan dengan jaringan peredaran senjata api terlarangan di wilayah tersebut.

Ivan mengatakan interogator tetap mendalami kasus tersebut untuk mengungkap keterlibatan Popi secara menyeluruh serta kemungkinan adanya pihak lain nan terlibat.

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional