Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerapan penuh program pencampuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan minyak kelapa sawit alias Biodiesel 50% (B50) di seluruh Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Sekarang penyaluran B50 secara nasional sudah menyentuh nomor 80%.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menegaskan pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap seluruh badan upaya penyalur guna memastikan kesiapan produk di sisa waktu satu bulan masa transisi.
"B50 tetap dalam pengawasan, ini sudah 2 bulan. 2 bulan capaian untuk delivery B50 di Pertamina itu sudah lebih dari 90%," katanya di sela aktivitas The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026, di Jiexpo, dikutip Kamis (3/9/2026).
Pencapaian penyaluran pengedaran oleh PT Pertamina (Persero) tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional nan juga termasuk perusahaan swasta. Pemerintah memberikan waktu tambahan hingga akhir September agar seluruh penyalur menyelesaikan proses transisi stok sehingga sasaran penggunaan B50 secara merata dapat terealisasi pada bulan depan.
"Lalu jika dari total kan ada sektor non-Pertamina nan juga menyalurkan itu jadi jika dirata-rata 80%. Nah kita tetap lihat 1 bulan ini agar terpenuhi semua tersalurkan B50," ujarnya.
Implementasi B50 menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di bumi nan sukses menerapkan bauran minyak sawit hingga 50% ke dalam bahan bakar diesel. Keberhasilan tersebut juga tengah disiapkan untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan utama pengembangan bioenergi global.
"Nanti jika dari B50 itu kan apalagi kita pionir di dunia, tidak ada scientific jurnal nan mengatakan ada B50 malah orang kita ini sekarang nan sedang menulis untuk mempublikasikan di sektor internasional," paparnya.
Seiring dengan pengawasan penyaluran B50 nan nyaris tuntas, pemerintah mulai melakukan kajian teknis untuk rencana peningkatan bauran ke tahap B60. Targetnya, penerapan B60 setidaknya bisa terlaksana di tahun 2027 mendatang.
"Nanti jika dari B50 itu kan apalagi kita pionir di dunia. Para periset saya sedang menghimbau gimana jika kita merealisasikan B60 apakah 50 ditambah 10 HVO," pungkasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·