Bahlil Ungkap Proses Uji Coba B50 di Alat Berat-Kendaraan Bermotor Capai 70%

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai mengikuti ratas di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan progres uji jalan penerapan biodiesel 50 persen (B50) sudah mencapai 70 persen.

Bahlil mengatakan, uji jalan tengah dilakukan pada kendaraan bermotor baik itu mobil alias motor, kapal laut, kereta api, hingga alat-alat berat.

"Hasil uji coba terhadap B50 sekarang sudah ke arah 60-70 persen. Uji coba dilakukan di alat-alat berat, di kereta api, di kapal maupun di mobil," ungkapnya saat ditemui di instansi Kementerian ESDM, Jumat (10/4).

Dia menyebut uji coba ini bakal rampung pada Mei mendatang, sebelum akhirnya diterapkan mulai 1 Juli 2026 sesuai dengan rencana pemerintah untuk menghemat daya di tengah krisis pasokan.

"Insyaallah bulan Mei-Juni hasil akhirnya sudah selesai, dan bakal diterapkan di 1 Juli," jelas Bahlil.

Kendati begitu, Bahlil belum bisa menyebut mengenai penambahan pabrik nan memasok biodiesel. Dia hanya menegaskan pemerintah sudah menemukan solusi terhadap penyesuaian pasokan tersebut.

"Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode. Supaya kita tidak tergantung pada dunia terhadap BBM kita, khususnya untuk solar. Terkait dengan pabrik nan tadi ditanyakan, kita terus melakukan penyesuaian. Tapi insyaallah sudah ada solusi," tegasnya.

Unit bus Mercedes-Benz OH 1626 S dalam rangkaian pengetesan bahan bakar Biodiesel B50 di Rest Area KM 102 Tol Cikopo-Palimanan, Kamis (22/1/2026). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Di sisi lain, Bahlil mengatakan Indonesia sejatinya sudah terlepas dari kondisi krisis pasokan BBM. Dengan demikian, dia menilai kebijakan peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada dasarnya sudah tidak mendesak.

"Enggak ada. Kita hanya mau saja untuk terjadi kedaulatan daya kita. Dulu, kan, nilai dulu ketika penerapan B10, B20, B30, kan, nilai bumi juga tetap stabil," jelasnya.

"Tetapi, kan, kita tidak mau tergantung. Kita mau untuk mencari sumber-sumber daya nan ada dalam negara kita untuk menemui kebutuhan dalam negara kita. Kita tidak mau tergantung," imbuh Bahlil.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan penerapan bahan bakar solar dengan campuran biodiesel 50 persen (B50) siap dilaksanakan pada 1 Juli mendatang. Hal ini sebagai salah satu langkah mengurangi konsumsi minyak impor.

"Pemerintah menerapkan mulai 1 Juli 2026. Pertamina telah siap melakukan blending, dengan potensi penghematan 4 juta kiloliter dan dalam 1 tahun alias 6 bulan ada penghematan dari fosil dan subsidi biodiesel sebesar Rp 48 triliun," buka Airlangga saat bertemu pers secara virtual, Selasa (31/3).

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris membeberkan sedikit dari hasil pengetesan bahan bakar solar B50 nan telah dilakukan dengan sejumlah pabrikan.

"Untuk perkembangannya, persiapan penerapan B50 saat ini tetap dalam penyelenggaraan uji coba jalan alias road test di mana sektor transportasi diharapkan sudah rampung hingga 50 ribu kilometer pada Juni nanti," katanya saat sesi gelar wicara Forum Diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (1/4).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan