Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku bahwa capaiannya saat ini tak lepas dari peran kedua orang tuanya. Ia apalagi tak menyesal kudu lahir dari family dengan taraf ekonomi rendah.
Hal itu dia sampaikan dalam aktivitas Peluncuran dan Bedah Buku “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).
"Jadi kitab ini saya persembahkan untuk almarhum ayah saya sekalipun beliau sudah tidak ada, tapi mungkin beliau bakal ingat," kata Bahlil.
Bahlil juga berterima kasih kepada ibunya lantaran telah mengajarkan makna kehidupan.
"Ya terima kasih kepada ibu saya, nan menurut saya lebih guru besar kehidupan untuk saya. Mengajarkan saya tentang makna sebuah persaudaraan, menghargai orang, jujur, loyalitas, kerja keras," tutur Bahlil.
"Saya tidak pernah menyesal lahir dari rahim kandungan wanita nan pembantu rumah tangga. Saya tidak pernah merasa minder. Andaikan saya lahir dari kandungan wanita nan lain, belum tentu saya bisa menjadi Menteri ESDM dan menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Karena itu Bu, makasih banyak Mama," ucap Bahlil sembari mengusap matanya.
Tak lupa, Bahlil juga menyampaikan terima kasih kepada istrinya dan anak-anaknya.
"Terakhir saya ucapkan terima kasih kepada istri saya. Mana istri saya tadi ya? Oh, biasa jika istri Pak kita pura-pura tidak lihat begitu. Tapi istri saya dan anak-anak saya nan selalu sabar dalam memandang dinamika," ungkap dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·