Bahlil: RKAB Tambang Bakal Disesuaikan Harga Pasar Global

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

 RKAB Tambang Bakal Disesuaikan Harga Pasar Global

Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemberian RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) bakal mengikuti nilai pasar global. Ketiga nilai komoditas bagus, RKAB nan diberikan kepada pemilik IUP bisa lebih besar, namun sebaliknya.

Bahlil mengatakan, kebijakan tersebut utamanya bakal diterapkan untuk komoditas batubara. Mengingat Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang terbesar untuk pasokan dunia. Kebijakan ini bermaksud  menjaga nilai nan tetap baik dan bisa membawa untung nan lebih luas bagi negara dan pelaku usaha.

"Terkait dengan RKAB, termasuk batu bara, kita memperhatikan betul kecenderungan geopolitik, ketegangan di Timur Tengah, dan perubahan nilai global. Maka idealnya jika nilai bagus produksi kita juga kudu banyak, agar apa? Pengusahanya untung, negara untung," ujar Bahlil dalam konvensi pers di Gedung DPR, Senin (8/6/2026).

Oleh karena itu, Bahlil mengatakan pemerintah bakal memberikan relaksasi RKAB dengan skema nan terukur. Ketika nilai batubara sedang naik, Pemerintah bakal mengizinkan pemegang IUP untuk melakukan aktivitas penambangan dengan volume nan lebih besar.

Sementara ketika nilai sebuah komoditas sedang turun, maka Pemerintah bakal membatasi pemegang IUP untuk melakukan aktivitas pertambangan. Pengaturan permintaan dan penawaran ini diharapkan bisa membentuk nilai batubara bumi nan tetap bagus di pasar global.

"Kita bakal melakukan relaksasi nan terukur. Artinya, jika harganya bagus kita bakal meningkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok, kita juga bakal membikin kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga," kata Bahlil.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com