Bahlil Minta Danantara Beli Gas dari Proyek Raksasa Inpex

Sedang Trending 8 jam yang lalu

Tangerang, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Badan Pengelola Investasi Danantara untuk menyerap gas dari proyek strategis nasional, termasuk Lapangan Abadi, Blok Masela di Maluku, nan dikelola Inpex Masela Ltd.

Menurutnya, perihal itu menjadi upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan domestik. Sinergi antara Danantara berbareng BUMN daya seperti PLN dan PGN dinilai bakal memperkuat posisi tawar Indonesia sekaligus mempercepat realisasi investasi di sektor hulu migas.

"Nah, dalam perspektif itu, untuk nan baru, ada Inpex, ada beberapa K3S nan muncul untuk gas, jika sudah dipasarkan di luar negeri, dan kemudian mereka tetap lambat, saya sudah minta untuk Danantara dalam perihal ini PLN, PGN, maupun beberapa perusahaan lain nan untuk offtaker-nya dalam negeri, kita beli, agar bisa ada kepastian offtaker, agar semuanya bisa berjalan," ungkapnya dalam aktivitas The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Pihaknya memitigasi akibat keterlambatan pengerjaan proyek nan disebabkan oleh ketidakpastian pasar global. Dengan adanya keterlibatan Danantara sebagai penyerap produksi, para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diharapkan mempunyai kepercayaan diri lebih tinggi untuk segera melakukan eksekusi di lapangan.

"Supaya bisa ada kepastian offtaker, agar semuanya bisa berjalan," tegas Bahlil.

Langkah pengamanan pasokan gas domestik itu juga dilakukan seiring dengan sasaran peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional pada tahun 2029-2030. Bahlil menekankan bahwa prioritas pemerintah adalah memastikan kebutuhan bahan baku industri dan pembangkit listrik di dalam negeri terpenuhi sebelum melakukan ekspor.

"Biarlah kebutuhan dalam negeri kita putar otak," pungkasnya.

Perlu diketahui, Inpex Corporation mengumumkan telah mencapai kesepakatan prinsip dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) mengenai pasokan gas bumi melalui pipa dari Proyek Abadi LNG di Blok Masela.

Selain itu, Inpex juga mencapai kesepakatan prinsip dengan sejumlah perusahaan untuk penyerapan LNG dari proyek tersebut, ialah bp, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT PLN Energi Primer Indonesia, dan Shell Eastern Trading (Pte) Ltd.

Pengumuman ini disampaikan dalam arena The 50th IPA Convex pada 20 Mei 2026.

Saat ini Inpex diketahui tengah mengembangkan proyek skala besar Abadi LNG sebagai operator melalui anak usahanya, Inpex Masela, Ltd., berbareng mitra joint venture PT Pertamina Hulu Energi dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd..

Ke depan, Inpex bakal melanjutkan pembahasan dengan calon pembeli untuk menyelesaikan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) alias Sales and Purchase Agreement (SPA) nan diharapkan mencakup sebagian besar volume produksi LNG proyek tersebut.

Kesepakatan prinsip penjualan LNG ini menjadi tonggak krusial menuju Final Investment Decision (FID) proyek Abadi LNG. Sementara itu, kesepakatan prinsip mengenai pasokan gas pipa diharapkan dapat bersambung menjadi Gas Sales Agreement (GSA).

Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan persediaan gas terbesar di Indonesia nan terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela nan ditandatangani pada 1998 lampau dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) nan mempunyai kompleksitas tinggi dan akibat besar mencakup pengeboran deepwater, akomodasi subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant bakal menjadi tantangan sekaligus kesempatan besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News