Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan hasil sejumlah survei terbaru nan diterima partainya menunjukkan elektabilitas Golkar telah menembus dua digit.
Bahlil menyebut elektabilitas Golkar berada di kisaran 10-11,5 persen berasas survei-survei tersebut. Namun, dia tidak merinci lembaga survei apa saja nan dimaksud.
“Hampir semua survei sudah kita terima hasilnya. Menempatkan Golkar sudah double digit. Ada nan 10,3 persen, ada nan 11,2 persen, ada nan 10,8 persen,” kata Bahlil saat memberikan pengarahan kepada kader di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8).
Dirinya mengatakan hasil tersebut menunjukkan posisi Golkar saat ini lebih baik dibandingkan tren elektabilitas partai dalam periode dua tahun setelah pemilu pada periode-periode sebelumnya.
Menurutnya, dalam kurun 10 tahun terakhir, elektabilitas Golkar pada fase tersebut umumnya berada di kisaran 6-9 persen.
“Kira-kira range-nya adalah di nomor 10 sampai dengan 11,5 persen,” sambungnya.
“Kalau kita bandingkan partai kita dalam pemilu 10 tahun terakhir, pasca pemilu 2 tahun (kemudiannya) kita rata-rata di nomor 6, 7, 8 maksimal 9 (persen),” lanjut Bahlil.
Bahlil meminta jejeran Golkar tidak berpuas diri dengan hasil survei tersebut. Dia mendorong kader untuk terus meningkatkan keahlian partai dalam enam bulan ke depan agar elektabilitas Golkar semakin kuat.
Menurut Bahlil, peningkatan elektabilitas tersebut kudu berujung pada penambahan perolehan bangku Golkar di DPR pada pemilu mendatang. Saat ini, Golkar mempunyai 102 bangku di DPR RI.
“Akan jauh lebih bagus jika sekarang kita lakukan 6 bulan lagi kita tambah kasih kencang lagi. Karena sasaran kita adalah untuk bisa nambah bangku nan sekarang 102 menjadi 100 lebih (kursi di DPR),” ucapnya.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·