Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kader HIPMI saat ini tersebar di nyaris seluruh partai politik.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI di Lampung, Rabu (10/9).
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan perihal nan lumrah lantaran organisasi tersebut sejak lama mempunyai karakter nan bergerak dan terbuka.
"Nah dalam konteks politik, nyaris semua kader HIPMI itu bertebaran di nyaris semua partai politik. Pak Surya Paloh ada di NasDem," kata Bahlil.
Ia juga menyinggung latar belakang politik para ketua umum HIPMI dari periode ke periode nan berasal dari beragam partai.
"Nah di HIPMI Pak, jujur saya katakan bahwa ketua-ketua umumnya sudah multi-partai. Dulu Ketum Oto di PAN, kemudian Ketum Maming PDIP, kemarin Ketum Akbar Golkar. Jadi jika nan berikutnya nan lain, ya nggak apa-apa juga, memang HIPMI begitu," ujarnya.
Menurut Bahlil, HIPMI merupakan organisasi nan bergerak dan elastis dalam menghadapi perkembangan politik. Meski demikian, sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dia mengaku tetap meyakini kedekatan dan loyalitas para kader HIPMI terhadap partainya.
"Jadi HIPMI, HIPMI itu dinamis, elastis. Tetapi bagi saya nan notabenenya adalah Ketua Umum Partai Golkar, selama lambang HIPMI di bulatnya itu tetap kuning, tidak pernah saya ragukan militansi dan cinta kepada Partai Golkar. Itu bagi saya, ya kan?" tuturnya.
Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak dijadikan sebagai sumber dikotomi. Menurutnya, politik semestinya dijalankan secara cair dan tidak perlu dibawa dengan emosi berlebihan.
"Jadi nggak perlu ada dikotomi. Politik itu kudu dibawa dengan cair. Politik itu jangan apa ya, baper," tandas dia.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·