
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bercerita asal usul rencana pemerintah untuk memungut pajak tambahan berupa pajak ekspor dan windfall tax terhadap industri nikel.
Bahlil mengaku sejak menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi di era Presiden ke- 7 Joko Widodo, para perusahan tambang sudah diberikan tax holiday, dengan tujuan mengerjakan hilirisasi untuk komoditas nikel. Namun dalam perjalanannya, para pelaku upaya belum sepenuhnya membangun hilirisasi sampai akhir, namalain lebih enak-enak di bagian pertambangan.
"Waktu saya jadi Menteri Investasi, kita setuju memberikan tax holiday untuk hilirisasi. Tapi sebagian industri belum membangun hilirisasi sampai akhir, baru sekitar 40 persen. Padahal tax holiday sudah diberikan," ujarnya dikutip, Selasa (12/6/2026).
Menurut Bahlil, Pemerintah sudah cukup fair andaikan memungut pajak tambahan dari para pelaku industri. Sebab relaksasi pajak nan sebelum diberikan, dengan angan membangun hilirisasi, belum dikerjakan sepenuhnya.
"Jadi fair dong jika negara meminta pembangunan hilirisasi sampai ujung. Kalau tidak, maka bakal dikenakan pajak lain. Itu norma upaya saja," tambahnya.
Bahlil mengatakan, Pemerintah meminta pengusaha untuk membangun industri Nickel Pig Iron (NPI) pada saat memberikan tax holiday. Padahal menurutnya kembali modal atas investasi tersebut tidak memerlukan waktu nan lama.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·