Babi Hutan Masuk Permukiman dan Serang Warga di Bandung Barat, 2 Orang Terluka

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi babi di peternakan Foto: AFP/Ina Fassbender

Seekor babi rimba masuk ke permukiman penduduk di Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (30/7) sore. Satwa liar tersebut menyerang dua penduduk hingga mengalami luka-luka.

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Ghofur Supangkat, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, babi rimba pertama kali masuk ke rumah seorang penduduk di Kampung Cirawa sekitar pukul 16.30 WIB.

"Telah terjadi peristiwa seekor babi rimba masuk ke permukiman penduduk di Desa Celak, Kecamatan Gununghalu. Akibat kejadian tersebut, dua penduduk mengalami luka-luka setelah diserang babi hutan," kata Ghofur dalam keterangannya, Selasa (5/8).

Ghofur menjelaskan, korban pertama berjulukan Asid (65). Saat kejadian, Asid mengira hewan nan masuk ke rumahnya merupakan seekor kambing sehingga berupaya mengusirnya.

"Korban mengira hewan tersebut adalah kambing. Namun saat didekati untuk diusir, rupanya babi rimba itu menyerang hingga korban mengalami luka pada bagian tangan dan kaki," ujarnya.

Setelah menyerang Asid, babi rimba tersebut kemudian berlari menuju permukiman penduduk di Kampung Celak Kaler. Warga nan mengetahui keberadaan satwa liar itu berupaya mengepung dan menghalaunya agar tidak membahayakan.

Dalam proses pengejaran tersebut, seorang penduduk lainnya berjulukan Pela turut menjadi korban serangan babi hutan. Ia mengalami luka pada bagian tangan dan kaki.

"Korban kedua kemudian dibawa ke Puskesmas Gununghalu untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan info dari warga, luka pada bagian tangannya memerlukan lebih dari 20 jahitan," kata Ghofur.

Setelah sempat membikin panik warga, babi rimba tersebut akhirnya melarikan diri ke area rimba Perhutani dan menghilang.

Polisi menduga kemunculan babi rimba di permukiman berangkaian dengan aktivitas perburuan di area rimba sekitar.

"Berdasarkan keterangan warga, sebelum kejadian terdengar bunyi anjing menggonggong dari arah hutan. Diduga saat itu sedang ada aktivitas perburuan babi hutan, sehingga hewan tersebut berlari ke permukiman untuk menghindari kejaran anjing pemburu," ujar Ghofur.

Polisi mengimbau masyarakat agar berhati-hati andaikan menemukan satwa liar masuk ke permukiman. Warga diminta tidak mencoba menangkap alias mengusir sendiri lantaran dapat membahayakan keselamatan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan