Awas PD3! Drone Rusia Bobol Wilayah Negara NATO, Masuk Sampai Dalam

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi ketegangan di perbatasan pakta pertahanan NATO makin memanas setelah sebuah drone militer Rusia dilaporkan melanggar wilayah udara Rumania. Insiden ini terjadi di tengah serangan besar-besaran Moskow nan menargetkan prasarana sipil di Ukraina sepanjang Kamis (16/4/2026) malam hingga Jumat (17/4/2026) awal hari.

Kementerian Pertahanan Rumania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka memantau dua sasaran udara di area perbatasan wilayah Tulcea. Salah satu dari sasaran tersebut terdeteksi masuk cukup dalam ke wilayah kedaulatan negara personil NATO tersebut sebelum akhirnya menghilang dari pantauan radar.

"Salah satu sasaran memasuki wilayah udara negara kami, di mana kontak radar dengannya lenyap pada jarak 16 km di tenggara Chilia Veche di atas area nan tidak berpenghuni," ungkap pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rumania.

Pemerintah Rumania segera menetapkan status siaga udara nan dimulai sesaat setelah tengah malam hingga pukul 02.48 pagi waktu setempat. Menanggapi pelanggaran kedaulatan ini, militer Rumania langsung mengirimkan tim unik ke letak jatuhnya drone untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Kecaman keras pun dilayangkan oleh Bukares terhadap tindakan provokatif Rusia nan dianggap mengabaikan norma internasional dan membahayakan stabilitas kawasan.

"Kami mengutuk keras tindakan Federasi Rusia nan membahayakan keamanan regional, nan merupakan pelanggaran serius terhadap norma-norma norma internasional," tegas pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rumania.

Insiden ini menambah panjang daftar ancaman udara nan memaksa Rumania untuk berulang kali mengerahkan jet tempur mereka. Selama perang di negara tetangga Ukraina berlangsung, Rumania telah acapkali menyiagakan armada tempurnya sebagai respons terhadap ancaman drone dan rudal Rusia, sebuah situasi nan terus menguji Pasal 5 tentang pertahanan kolektif NATO.

Daerah Tulcea sendiri terletak tepat di seberang pelabuhan Izmail, Ukraina, nan selama ini menjadi sasaran utama serangan drone Rusia. Hanya berselang beberapa hari sebelumnya, Rumania juga sempat mengerahkan dua jet tempur F-16 dari Pangkalan Udara ke-86 di Fetesti setelah drone Rusia terdeteksi mendekati wilayah Valcove.

Ketegangan ini direspons serius oleh pemerintah setempat dengan memperkuat payung norma militer mereka di lapangan. Pada tahun 2025, badan legislatif Rumania telah mengesahkan undang-undang nan mengizinkan militer untuk menembak jatuh drone apa pun nan melanggar wilayah udara mereka.

Selain penguatan militer, Rumania dan Ukraina juga telah mengumumkan kerja sama untuk memproduksi drone secara bersama-sama di Rumania melalui proyek nan didanai Uni Eropa senilai 200 juta euro.

Sementara itu, serangan Rusia pada malam nan sama juga menghantam prasarana krusial di kota Chernihiv, Ukraina, nan memicu kebakaran besar dan menyebabkan sekitar 6.000 masyarakat kehilangan aliran listrik. Serangan ini terjadi hanya sehari setelah Moskow meluncurkan lebih dari 700 drone dan rudal ke Ukraina, nan disebut sebagai serangan paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir dengan korban jiwa mencapai sedikitnya 18 orang.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News