Audy Item Keguguran di Usia Kehamilan 7 Minggu, Ini Penjelasannya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Audy Item Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Duka cita nan mendalam untuk musisi Audy Item (43) nan baru saja mengumumkan kehilangan calon anak ketiganya. Istri dari tokoh Iko Uwais ini keguguran di usia kehamilan 7 minggu.

Keguguran pada awal kehamilan bukanlah kondisi nan jarang terjadi. Dokter ahli obgyn nan juga expert kumparanMOM, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG, menjelaskan, sebagian besar keguguran memang berjalan pada trimester pertama, terutama sekitar 12 minggu pertama kehamilan.

Keguguran pada Trimester Pertama

Moms, keguguran dapat ditandai dengan beberapa kondisi, seperti perdarahan dari vagina, kram alias nyeri di perut, hingga keluarnya jaringan alias cairan dari vagina.

Namun, munculnya perdarahan saat mengandung tidak selalu berfaedah keguguran. Karena itu, ibu mengandung nan mengalami perdarahan alias indikasi lain nan mengkhawatirkan sebaiknya segera memeriksakan diri ke master untuk mengetahui kondisi kehamilannya.

Menurut dr Andrew, sebagian besar keguguran pada awal kehamilan terjadi akibat kondisi nan berada di luar kendali ibu. Seperti:

  • kelainan kromosom,

  • gangguan implantasi,

  • infeksi,

  • kelainan struktur rahim,

  • gaya hidup

  • usia nan diatas 35 tahun.

Artinya, keguguran tidak selalu terjadi lantaran aktivitas, makanan, alias kesalahan nan dilakukan ibu selama kehamilan.

"Jadi embrio janin adalah hasil penggabungan anatara sel telur ibu dan sel sperma ayah. Untuk mendapatkan embrio kehamilan nan baik tentu kudu dari sel sprema dan sel telur nan sama-sama baik," ujar dr. Andrew kepada kumparanMOM, Rabu (12/8).

Usia Ibu dan Risiko Keguguran

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Syda Productions/kumparan

Selain aspek kromosom, usia ibu juga menjadi salah satu aspek nan berangkaian dengan meningkatnya akibat keguguran. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur dapat menurun sehingga kemungkinan terjadinya kelainan kromosom juga meningkat.

Kehamilan pada usia 40 tahun ke atas juga mempunyai beberapa akibat lain nan perlu diperhatikan, termasuk kehamilan ganda, kelahiran prematur, dan preeklamsia.

Meski begitu, kehamilan di usia 40 tahun ke atas tetap memungkinkan berjalan sehat. nan penting, ibu mendapatkan pemantauan kehamilan secara rutin dan pemeriksaan nan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Dokter dapat merekomendasikan sejumlah pemeriksaan selama kehamilan, termasuk pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kromosom janin maupun pemeriksaan kesehatan ibu.

Pada akhirnya, keguguran bukan berfaedah kesalahan ibu. Setiap kehamilan mempunyai kondisi nan berbeda, sehingga krusial bagi ibu untuk mendapatkan info dan pendampingan medis nan tepat selama kehamilan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan