Audisi PB Djarum: Awal Pebulu Tangkis Muda Mengejar Cita-Cita

Sedang Trending 1 hari yang lalu
 Awal Pebulu Tangkis Muda Mengejar Cita-Cita Aldi Aprian Nugraha (KU 12) lolos Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 setelah mencapai babak semifinal nan berjalan di GOR DJarum Jati, Kudus, Minggu (13/9).(Doc PB Djarum)

SEBANYAK 36 pebulu tangkis muda sukses lolos meraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026. Mereka memastikan tempat untuk mengikuti tahap karantina setelah melewati persaingan selama lima hari di GOR Djarum Jati, Kudus.

Audisi di Kudus resmi ditutup pada Minggu (13/9). Bagi para peserta nan lolos, Super Tiket menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita di bumi bulu tangkis. Mereka bakal terus berjuang demi mewujudkan mimpi menjadi atlet berprestasi dan menembus panggung dunia.

Kegembiraan dirasakan Aldi Aprian Nugraha, peserta nomor KU 12 putra dari PB Mustika Ungaran, Jawa Tengah. Aldi lolos melalui jalur turnamen setelah mengalahkan Abidzar Al Ghifari dari Bandung, Jawa Barat, pada hari terakhir pertandingan. Hasil tersebut sekaligus membawanya ke tahap karantina.

Keberhasilan itu menjadi buah dari persiapan panjang nan dilakukan Aldi selama setahun terakhir. Pada audisi tahun lalu, Aldi kandas pada tahap screening namun kegigihan mengantarkannya lolos kali ini.

"Dari tahun lampau saya konsentrasi latihan, memperbaiki kekurangan. Makan juga dijaga jangan sampai telat dan nggak boleh sering pegang handphone. Makanya sekarang senang sekali bisa lolos tahap turnamen. Sekarang saya kudu mempersiapkan diri agar bisa lebih bagus di karantina," ucap Aldi.

Kebahagiaan serupa dirasakan Fawwaz Sani Adhipramana. Pebulutangkis berumur 12 tahun asal Ponorogo nan memperkuat PB PMS Solo itu mendapatkan Super Tiket dari jalur turnamen KU 12 putra.

Audisi Umum tahun ini menjadi kesempatan ketiga bagi Fawwaz. Dalam dua kesempatan sebelummya, Fawwaz sukses mencapai tahap karantina tetapi belum bisa melanjutkan sampai menjadi atlet bimbingan PB Djarum. Setelah kembali mendapatkan kesempatan untuk menjalani karantina, Fawwaz berkeinginan tidak menyia-nyiakannya.

"Karena ini angan saya untuk masuk PB Djarum. Ini enggak boleh disia-siakan. Saya punya mimpi untuk Olimpiade," kata Fawwaz.

Untuk menghadapi karantina, Fawwaz berencana meningkatkan latihan, termasuk menambah porsi latihan bentuk secara mandiri. Dia juga mendapat support langsung dari orang tua dan pembimbing nan mendampinginya selama mengikuti audisi.

Super Tiket menjadi kejutan bagi Adibha Fitria. Atlet cilik asal Samarinda, Kalimantan Timur, itu sebenarnya kandas pada babak 16 besar kategori U-11 putri. Namun, penampilannya mendapat perhatian tim pencari bakat. Adibha kemudian memperoleh Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat dan berkuasa lanjut ke tahap karantina.

Hasil tersebut terasa spesial bagi Adibha lantaran merupakan kali kedua dirinya mengikuti audisi. Pada keikutsertaan pertamanya tahun lalu, dia langsung tersingkir setelah menjalani satu pertandingan.

“Senang banget rasanya (bisa masuk tahap karantina) lantaran saya memang mau masuk PB Djarum agar bisa jadi pemain dunia. Ini kedua kalinya saya ikut Audisi Umum, tahun lampau saya baru main satu kali langsung kalah.  Enggak menyangka bisa dapat Super Tiket. Semoga di tahap karantina kelak saya bisa membuktikan keahlian ke tim pelatih,” ucap Adibha.

Setelah meraih Super Tiket, para peserta bakal menjalani karantina selama empat pekan di pondok PB Djarum. Dalam periode tersebut, mereka bakal menghadapi dua fase eliminasi.

Tahap karantina menjadi proses lanjutan untuk menilai kemampuan, potensi, serta mentalitas para pebulutangkis muda. Peserta nan sukses melewati seluruh tahapan bakal memperoleh Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan berasosiasi sebagai atlet bimbingan PB Djarum. (Dhk)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia