Aturan Baru Piala Dunia Bikin Bingung, Wasit Malah Bikin Keputusan Keliru?

Sedang Trending 14 jam yang lalu
Aturan Baru Piala Dunia Bikin Bingung, Wasit Malah Bikin Keputusan Keliru? Ilustrasi(FIFA World Cup)

PIALA Dunia telah resmi bergulir dengan menyajikan empat pertandingan awal, tiga upacara pembukaan, serta kemenangan bagi dua negara tuan rumah. Di luar masalah nilai tiket dan hambatan masuk bagi ofisial serta pemain, turnamen akbar ini terbilang memulai start nan cukup baik.

Kini, kejuaraan bakal semakin memanas dengan agenda padat nan menyajikan empat pertandingan selama 11 hari berturut-turut, diikuti enam laga dalam tiga hari berikutnya. Namun, di tengah antusiasme penonton nan kudu menyesuaikan diri dengan agenda kick-off, para fans sepak bola juga sedang dibuat pusing oleh perubahan patokan baru. Aturan-aturan anyar ini tak jarang memicu kebingungan di kalangan pemain, pelatih, suporter, hingga penonton di layar kaca.

Hasil Akhir Benar, tetapi Keputusannya Salah?

Salah satu momen membingungkan terjadi dalam laga antara Amerika Serikat melawan Paraguay. Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, tiba-tiba menghentikan pertandingan di awal babak kedua setelah bek AS, Antonee Robinson, menyundul bola keluar dari kotak penalti.

Awalnya tidak jelas kenapa laga dihentikan. Ternyata, Makkelie diminta oleh asisten wasit video (VAR) asal Spanyol, Carlos del Cerro Grande, untuk meninjau monitor di pinggir lapangan. Peninjauan ini mengenai keputusannya nan memberikan kartu kuning kepada kapten AS, Tim Ream, lantaran dianggap melanggar penyerang Paraguay, Miguel Almiron.

Setelah memandang tayangan ulang, terungkap bahwa Almiron sama sekali tidak tersentuh dan sengaja melakukan diving. Makkelie pun membatalkan kartu kuning untuk Ream dan berbalik memberikannya kepada Almiron.

Banyak pihak menilai wasit tengah menerapkan penyesuaian patokan 'salah identitas' (mistaken identity), nan kemudian disambut baik oleh penonton.

"Keputusan nan jeli dan tepat, menurut saya. Itu nan paling utama. Modifikasi patokan apa pun nan menghukum tindakan diving adalah perihal nan bagus," ujar komentator BBC, Danny Murphy.

Kontroversi Aturan Mistaken Identity

Meski terasa adil, keputusan Makkelie tersebut dinilai berpotensi menyalahi patokan baku. Berdasarkan izin International Football Association Board (IFAB), patokan mistaken identity hanya bisa digunakan untuk kejadian spesifik ketika wasit "secara jelas menghukum pemain nan salah dari tim nan sama". Aturan ini tidak mencakup peninjauan kembali atas pelanggaran itu sendiri, apalagi membalikkan kartu kuning kepada pemain musuh nan melakukan diving.

Sumber tepercaya mengatakan kepada BBC Sport bahwa keputusan Makkelie sebenarnya keliru secara regulasi, meskipun terasa betul secara moral di lapangan. Hingga saat ini, badan sepak bola bumi (FIFA) belum memberikan penjelasan resmi mengenai situasi tersebut.

Mantan bek timnas Inggris, Phil Jagielka, secara terbuka mendukung balasan tegas bagi pelaku diving, meskipun dia juga mempertanyakan batas patokan tersebut.

"Saya seorang bek, jadi saya tidak keberatan. Hal-hal seperti ini pasti membantu. Tim Ream mendapat kartu kuning, dia bisa saja diusir keluar lapangan, padahal dia secara bentuk tidak menyentuh siapa pun," kata Jagielka kepada BBC Sport.

"Sulit bagi wasit untuk membikin setiap keputusan dengan benar. Jika perihal seperti itu terjadi, di mana jelas tidak ada kontak dan itu merupakan simulasi lampau wasit terkecoh, kenapa tidak dibatalkan saja? Satu-satunya masalah adalah, apa nan terjadi jika saya menyentuh Anda sedikit lampau Anda melakukan diving? Anda tidak bisa membatalkannya lantaran saya telah menyentuh Anda, meskipun sentuhan saya tidak membikin Anda tersungkur dan jatuh. Di mana Anda bakal menarik garis batasnya?" pungkas Jagielka. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia