FIFA resmi melarang penonton membawa botol minum isi ulang ke stadion Piala Dunia 2026.(Dok. AllAbout Sport News)
FEDERASI Sepak Bola Internasional (FIFA) secara mendadak mengubah izin bagi penonton nan bakal menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 secara langsung di stadion. Dalam patokan terbaru nan diumumkan menjelang turnamen, FIFA secara tegas melarang suporter membawa botol minum isi ulang (reusable) ke dalam area pertandingan.
Kebijakan ini merupakan revisi dari patokan sebelumnya. Melansir laporan The Athletic, FIFA awalnya mengizinkan penonton membawa botol plastik transparan nan dapat digunakan kembali dengan kapabilitas maksimal satu liter. Namun, ketentuan tersebut sekarang dihapus dan diganti dengan larangan total.
"Untuk menghindari keraguan, botol minum nan dapat digunakan kembali tidak boleh dibawa masuk ke stadion," bunyi pernyataan resmi dalam patokan FIFA nan telah diperbarui pada Kamis (4/6).
Alasan Keselamatan dan Keseragaman
Juru bicara FIFA menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan seluruh pihak di stadion, termasuk pemain dan penonton. FIFA berkilah bahwa kebijakan ini bermaksud untuk mencegah akibat keamanan dan potensi cedera nan bisa disebabkan oleh benda-benda tersebut.
"Keputusan melarang botol dibuat untuk mencegah akibat dan potensi cedera bagi pemain maupun pengunjung. Beberapa stadion memang telah menerapkan larangan tersebut dan FIFA sekarang menerapkannya secara seragam di seluruh venue turnamen," ujar ahli bicara FIFA.
Sebagai kompensasi atas larangan tersebut, FIFA menjanjikan penyediaan akomodasi pendukung di sekitar stadion untuk membantu penonton menghadapi cuaca panas. Fasilitas tersebut meliputi stasiun hidrasi, kipas pendingin, area kabut air (misting areas), hingga tenda penyejuk. Selain itu, air minum kemasan bakal tetap dijual di dalam stadion dengan nilai nan diklaim mengikuti standar aktivitas besar lainnya.
Kekhawatiran Suhu Ekstrem
Perubahan patokan ini memicu sorotan tajam mengingat Piala Dunia 2026 diprediksi bakal berjalan di bawah ancaman suhu ekstrem. Laporan dari golongan riset World Weather Attribution bulan lampau menyebut bahwa 26 dari total 104 pertandingan berpotensi digelar dalam kondisi panas tinggi berasas parameter Wet Bulb Globe Temperature (WBGT).
Kekhawatiran mengenai keselamatan penonton akibat cuaca panas sebelumnya sempat mencuat pada arena Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat tahun lalu. Saat itu, banyak suporter mengeluhkan suhu menyengat nan dianggap membahayakan kesehatan jika akses terhadap air minum dibatasi alias dipersulit. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·