Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pengerukan Kali Kanal Banjir Barat di area Kebon Melati, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Pram menyebut letak tersebut sangat strategis lantaran menjadi titik pertemuan antara Sungai Ciliwung dan Kali Krukut nan selama ini jarang dikeruk.
“Ini tempat nan sangat strategis untuk mengatasi salah satu persoalan banjir nan ada di Jakarta, lantaran di sinilah pertemuan antara Sungai Ciliwung dengan Kali Krukut, dan sudah cukup lama tidak dilakukan pengerukan,” ujar Pramono kepada wartawan di Kebon Melati, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Pram menargetkan pengerukan berjalan selama satu tahun dengan total volume galian mencapai 178 ribu meter kubik dan panjang pengerjaan sekitar 3,8 kilometer.
Menurutnya, sedimentasi nan menumpuk selama bertahun-tahun telah mengurangi kapabilitas aliran air.
Pram juga mengungkapkan, kondisi bantaran kali nan tidak terawat membikin sejumlah area dimanfaatkan penduduk menjadi tempat pemancingan hingga empang nan dinilai turut memperparah penyempitan aliran air.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, telah menugaskan Wali Kota Jakarta Pusat dan Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan proyek ini melangkah tanpa hambatan.
“Ini program prioritas, nggak boleh gagal, nggak boleh mundur,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan, pengerukan ini bakal terintegrasi dengan program normalisasi sungai, khususnya di Ciliwung dan Krukut. Dengan begitu, aliran air diharapkan bisa lebih sigap menuju laut sehingga potensi banjir dapat ditekan.
Pram menekankan, area ini merupakan bagian krusial dari sistem pengendalian banjir Jakarta, termasuk keterkaitannya dengan pintu air Manggarai nan menjadi pengatur utama aliran air.
“Kalau ini berhasil, turunnya air ke laut bakal semakin cepat. Ini sangat vital,” ujarnya.
Meski demikian, Pramono mengakui bahwa aspek rob tetap menjadi tantangan. Jika air laut pasang, aliran air dari darat tetap berpotensi terhambat.
Ke depan, Pemprov DKI bakal memanfaatkan periode penurunan curah hujan untuk mempercepat pengerukan dan normalisasi sungai.
“Mulai pertengahan April ini curah hujan diprediksi menurun, maka kami bakal berkonsentrasi untuk pengerukan dan normalisasi sungai-sungai di Jakarta,” terangnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·