ASIX Indonesia Cerdas (ASIX) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan China Mobile resmi meluncurkan LIBRA, sebuah platform berbasis kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) nan dirancang sebagai asisten digital untuk kebutuhan enterprise. ASIX merupakan anak upaya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) nan merupakan bagian dari Grup Sinarmas.
Platform AI LIBRA diluncurkan di ITB Innovation Park, Bandung, dalam aktivitas bertema “Future Activated” pada Rabu (12/5). Momentum tersebut sekaligus menandai upaya menghadirkan ekosistem kerja baru nan lebih adaptif, efisien, dan terintegrasi.
ITB Innovation Park dipilih sebagai tempat peluncuran lantaran area ini menjadi rumah bagi AI Joint Lab, hasil kerjasama antara Sinarmas, China Mobile, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi tersebut turut melibatkan China Mobile JiuTian Artificial Intelligence Technology (Beijing) Company Limited.
LIBRA diposisikan bukan sekadar perangkat bantu, melainkan mitra digital nan bisa mengotomatiskan beragam alur kerja administratif. Dengan begitu, tim di dalam organisasi dapat lebih konsentrasi pada pekerjaan strategis nan berbobot tinggi.
Secara fungsional, LIBRA menawarkan beragam fitur nan menyasar efisiensi kerja sehari-hari. Mulai dari AI Assistant untuk menjawab kebutuhan informasi, Document Translator and Summarizer untuk merangkum laporan, hingga Meeting Transcription nan secara otomatis mengubah obrolan menjadi catatan terstruktur.
Tak hanya itu, platform ini juga dilengkapi Image Generator serta fitur dubbing multibahasa untuk mendukung komunikasi upaya nan lebih modern. Seluruh keahlian tersebut terintegrasi dalam LIBRA Business Suite nan dirancang untuk meningkatkan efisiensi di tingkat departemen.
Presiden Direktur ASIX, Andrie Tjioe, menjelaskan bahwa LIBRA dirancang untuk menjawab kebutuhan perusahaan modern nan bergerak cepat.
“LIBRA bukan sekadar perangkat bantu, melainkan mitra digital nan kondusif untuk membantu tim bekerja dengan lebih lincah. Baik dalam pencarian info krusial maupun penyederhanaan alur kerja internal, LIBRA membantu meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan info perusahaan,” ujarnya.
Kehadiran LIBRA dinilai sejalan dengan agenda transformasi digital nasional. Kepala Biro Data & Informasi Dewan Pertimbangan Presiden RI, M. Arfan Sahib Sali Kando, menlai kehadiran LIBRA sejalan dengan agenda pemerintah dalam transformasi digital nasional. Ia menyebut platform ini sebagai salah satu fondasi krusial menuju kedaulatan digital Indonesia.
“Hari ini, dengan diluncurkannya LIBRA, kita menambah satu lagi pondasi dalam gedung kedaulatan digital di Indonesia. Satu langkah signifikan, tetapi harapannya mempunyai akibat nan besar,” katanya.
Sementara dari sisi akademisi, Ian Josef Matheus Edward dari ITB menilai LIBRA sebagai bentuk nyata kerjasama strategis nan tak hanya kuat secara konsep, tetapi juga aplikatif di lapangan.
Dukungan juga prasarana juga diberikan oleh China Mobile Jiu Tian. Mereka memastikan fondasi teknologi nan stabil, scalable, dan kondusif di LIBRA untuk kebutuhan korporasi.
Menutup peluncuran, CEO PT DSST Daya Mas Gemilang, Marlo Budiman, menegaskan bahwa kehadiran LIBRA merupakan bagian dari langkah strategis DSSA dalam memperkuat ekosistem digital nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pilar teknologi ini guna membangun fondasi operasional nan lebih handal dan berkekuatan saing global,” ujarnya.
Ke depan, ASIX bakal terus mengembangkan LIBRA berbareng ITB untuk memastikan platform tetap relevan dengan kebutuhan industri nan terus berkembang.
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·