Investor asing tercatat melakukan tindakan jual pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar hingga sesi I perdagangan, Kamis (4/6). Namun, biaya tersebut tidak sepenuhnya keluar dari pasar saham Indonesia, melainkan beranjak ke saham-saham energi, komoditas, dan infrastruktur.
Berdasarkan info Stockbit Sekuritas, penanammodal asing tetap membukukan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 179 miliar hingga tengah hari. Nilai pembelian asing mencapai Rp 6,12 triliun, sedangkan nilai penjualannya sebesar Rp 5,94 triliun.
Tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) nan mencatat net sell Rp 278,62 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net sell Rp 211,24 miliar.
Aksi jual juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 72,21 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 59,08 miliar. Secara total, penanammodal asing melepas empat saham bank besar tersebut senilai sekitar Rp 621 miliar hingga sesi I.
Selain sektor perbankan, asing juga mencatatkan jual bersih pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 85,71 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 33,86 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 30,80 miliar, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) Rp 30,56 miliar, serta PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 17,62 miliar.
Di tengah tindakan jual pada saham bank, penanammodal asing justru mengakumulasi sejumlah saham daya dan komoditas. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi sasaran utama dengan nilai beli bersih mencapai Rp 135,04 miliar.
Selanjutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat net buy Rp 77,36 miliar, disusul PT Dewa United Energi Tbk (DEWA) sebesar Rp 61,98 miliar dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 46,20 miliar.
Asing juga memborong saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp 41,73 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 38,62 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 35,93 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 28,07 miliar, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp 27,86 miliar, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 26,93 miliar.
Pergerakan tersebut menunjukkan adanya rotasi biaya asing dari saham-saham perbankan ke sektor daya dan komoditas. Meski mencatatkan tindakan jual besar pada emiten bank, secara keseluruhan penanammodal asing tetap membukukan aliran biaya masuk ke pasar saham domestik sebesar Rp 179 miliar hingga akhir sesi I perdagangan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·