AS Perintahkan Anthropic Hentikan Akses Global ke Model AI Fable 5 dan Mythos 5

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Anthropic Claude. Foto: daily_creativity/Shutterstock

Pemerintah Amerika Serikat resmi memerintahkan Anthropic untuk menangguhkan akses dunia ke model AI Claude Fable 5 dan Mythos 5. Kebijakan tersebut langsung berakibat pada pengguna di luar AS nan sekarang tidak lagi dapat mengakses kedua model tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Anthropic mengungkapkan bahwa pemerintah AS mengeluarkan pengarahan pengendalian ekspor atas dasar keamanan nasional. Perintah tersebut tidak hanya bertindak bagi pengguna asing di luar negeri, tetapi juga mencakup penduduk negara asing nan bekerja di AS, termasuk tenaga kerja Anthropic sendiri.

"Akibat dari perintah ini, kami kudu segera menonaktifkan Fable 5 dan Mythos 5 untuk seluruh pengguna demi memastikan kepatuhan terhadap patokan nan berlaku," tulis Anthropic di web resminya.

Perusahaan menegaskan bahwa pembatasan tersebut hanya bertindak untuk Fable 5 dan Mythos 5. Sementara model AI lain nan tersedia di platform Anthropic tetap dapat digunakan seperti biasa.

Adapun pengarahan resmi tersebut diterima Anthropic pada 12 Juni 2026, pukul 17.21 waktu ET. Namun, surat nan diterima perusahaan disebut tidak menjelaskan secara rinci argumen keamanan nasional nan menjadi dasar keputusan pemerintah.

“Berdasarkan pemahaman kami, pemerintah AS meyakini telah ditemukan metode untuk bypass alias melakukan jailbreak terhadap sistem pengamanan nan diterapkan pada Fable 5,” tulis Anthropic.

Anthropic kemudian meninjau teknik nan dimaksud dan menemukan sejumlah kerentanan nan menurut mereka tergolong mini dan telah diketahui sebelumnya. Mereka apalagi menyebut keahlian serupa dapat ditemukan oleh model AI lain nan tersedia secara luas di pasar tanpa perlu melakukan bypass terhadap sistem keamanan.

"Kami memvalidasi bahwa tingkat keahlian nan ditampilkan dalam laporan tersebut juga tersedia pada model lain nan digunakan secara luas, termasuk GPT-5.5 milik OpenAI," kata perusahaan.

Ilustrasi hacker. Foto: Shutterstock

Model AI Terbaru Anthropic Sudah Diuji

Anthropic menegaskan bahwa sebelum diluncurkan, Fable 5 telah menjalani proses pengetesan keamanan nan panjang agar model AI tersebut tidak disalahgunakan untuk tugas-tugas berangkaian dengan keamanan siber.

Perusahaan bekerja sama dengan pemerintah AS, UK AI Safety Institute (AISI), organisasi independen, serta tim internal untuk melakukan ribuan jam pengetesan terhadap model tersebut. Anthropic menyatakan hasil pengetesan menunjukkan bahwa sistem keamanan Fable 5 jauh lebih kuat dibandingkan model-model sebelumnya.

Perusahaan juga menyatakan belum ada pengetes nan sukses menemukan universal jailbreak, ialah metode nan bisa secara konsisten membobol seluruh lapisan pengamanan model AI dan membuka beragam keahlian sensitif secara luas.

Kendati begitu, Anthropic mengakui bahwa perlindungan nan betul-betul kebal terhadap jailbreak kemungkinan tetap mustahil dicapai oleh industri AI saat ini.

Karena itu, perusahaan menerapkan strategi pertahanan berlapis. Pendekatan tersebut mencakup pembatasan keahlian model, pemantauan aktivitas secara ketat, serta kebijakan penyimpanan info pengguna selama 30 hari untuk membantu investigasi jika terjadi penyalahgunaan.

Ilustrasi Anthropic. Foto: Photo For Everything/Shutterstock

Anthropic Tetap bakal Patuh

Anthropic menyatakan tetap mematuhi keputusan pemerintah AS dan telah menonaktifkan akses Fable 5 serta Mythos 5 untuk seluruh pengguna. Namun secara terbuka Anthropic mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan argumen nan digunakan pemerintah AS untuk menghentikan model AI terbarunya.

Menurut Anthropic, dugaan jailbreak nan sifatnya terbatas dan tidak universal semestinya tidak menjadi dasar untuk menarik model komersial nan telah digunakan secara luas.

Perusahaan apalagi memperingatkan bahwa standar seperti ini berpotensi menghalang penemuan di industri AI.

"Jika standar ini diterapkan secara luas kepada seluruh industri, kami percaya perihal itu pada dasarnya bakal menghentikan peluncuran model-model baru dari seluruh developer AI terdepan," tulis Anthropic.

Anthropic juga menekankan bahwa pemerintah memang perlu mempunyai kewenangan untuk menghentikan penyebaran teknologi nan dianggap berbahaya. Namun, proses tersebut semestinya dilakukan secara transparan, berbasis bukti teknis nan jelas, dan melalui sistem norma nan dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga saat ini, Anthropic menyebut pemerintah baru memberikan penjelasan secara lisan mengenai potensi celah keamanan nan ditemukan.

Perusahaan menyatakan bakal merilis info tambahan dalam 24 jam ke depan dan berambisi akses terhadap Fable 5 serta Mythos 5 dapat dipulihkan secepatnya.

"Kami meminta maaf atas gangguan nan dialami pelanggan. Kami percaya ini merupakan sebuah kesalahpahaman dan sedang berupaya memulihkan akses sesegera mungkin," tutup Anthropic.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan