Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2026 |07:12 WIB

Arahan Prabowo ke Bahlil soal Proyek Blok Masela Rp300 Triliun (Foto: Setpres)
TOKYO - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang, menghasilkan langkah konkret dalam mempercepat investasi strategis, khususnya di sektor daya dan hilirisasi. Fokus utama kunjungan tersebut mencakup percepatan transisi daya nasional serta pengembangan proyek Blok Masela.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat pengarahan langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan dua agenda utama dalam kunjungan tersebut melangkah optimal.
“Atas pengarahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua perihal dalam kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. nan kedua adalah menyangkut Inpex, Blok Masela,” ujar Bahlil dalam keterangan persnya kepada awak media di Tokyo, pada Senin (30/3/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa proyek Blok Masela sekarang telah mencapai kepastian besar setelah melalui proses panjang selama puluhan tahun. Menurutnya, nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) mencapai sekitar USD20 miliar, dengan tambahan sekitar USD1 miliar untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) agar lebih ramah lingkungan.
“Atas pengarahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total projectnya USD20,9 miliar lantaran dia tambah CCS USD1 miliar, DPOD-nya itu USD20 miliar. Tetapi dengan perkembangan geopolitik nan seperti ini kemungkinan besar bakal nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar Rp300 triliun lebih,” ungkap Bahlil.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·