Cikal Bintang
, Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |16:21 WIB

Piala AFF bukanlah tolok ukur kekuatan Timnas Indonesia nan sesungguhnya (Foto: Okezone/Isra Triansyah)
JAKARTA – Pengamat sepakbola, Anton Sanjoyo, memberikan pandangannya soal kegagalan Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2026. Menurutnya, turnamen itu bukanlah tolok ukur nan sesungguhnya.
Timnas Indonesia menelan pil pahit setelah ditahan Timnas Singapura 1-1 di laga terakhir Grup A Piala AFF 2026. Hasil itu membikin perjuangan Skuad Garuda terhenti di turnamen tersebut.
1. Unggul Lebih Dulu
Timnas Indonesia vs Timnas Singapura di Piala AFF 2026 (Foto: FA Singapore)
Bertanding di Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura pada Jumat 7 Agustus 2026, Timnas Indonesia sejatinya bisa unggul lebih dulu lewat Ragnar Oratmangoen (47'). Namun, kelebihan tersebut tidak memperkuat lama.
Timnas Singapura nan bermain disiplin nan solid bisa membalas via Ilhan Fandi (66'). Skor sama kuat untuk kedua tim memperkuat hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.
2. Tersingkir
Hasil seri sudah cukup bagi Singapura untuk lolos ke babak semifinal. The Lions lolos ke empat besar dengan status runner-up, menyusul Timnas Vietnam nan keluar sebagai juara grup.
Sementara, Timnas Indonesia kudu gigit jari setelah finis ranking ketiga dan dipastikan kandas lolos ke babak selanjutnya. Anton mengatakan Timnas Indonesia kudu banyak belajar dari kegagalan ini.
Menurutnya, Piala AFF tidak sepenuhnya menjadi tolok ukur kekuatan Skuad Garuda. Anton menganggap turnamen ini sebagai tempat penelitian sebelum tampil di Piala Asia 2027.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin bola lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·