
Arab Saudi, Pakistan, dan Turki resmi menyepakati perjanjian kerja sama pertahanan Pakta Pertahanan Makkah.
RIYADH – Arab Saudi, Pakistan, dan Turki resmi menandatangani perjanjian pertahanan berbareng di Makkah pada Jumat (7/8/2026), nan menyatukan ketiga negara Muslim Sunni sekutu Amerika Serikat (AS) itu ke dalam sebuah aliansi nan mirip dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Perjanjian ini dilakukan di tengah meningkatnya bentrok regional, termasuk serangan rudal Iran terhadap negara-negara nan menampung pangkalan AS.
Iran dan sekutunya telah melancarkan serangan terhadap Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya, serta memblokade pengiriman daya mereka, sejak AS dan Israel menyerang Iran pada tanggal 28 Februari—sebuah eskalasi besar menyusul pergolakan regional nan telah berjalan selama bertahun-tahun.
"Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah" bermaksud memperkuat daya tangkal kolektif terhadap segala corak agresi dan menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga pihak tersebut bakal dianggap sebagai serangan terhadap semuanya, demikian dinyatakan ketiga negara dalam pernyataan bersama, sebagaimana dilansir Reuters.
Pakta ini mempunyai kemiripan dengan Pasal 5 NATO nan mengatur pertahanan kolektif.
Namun, pernyataan tersebut tidak merinci komitmen nan disepakati oleh masing-masing pihak, dan tidak jelas sejauh mana kesepakatan itu bakal mengikat mereka pada tindakan militer tertentu dalam upaya saling membela.
Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak ditujukan terhadap negara tertentu. Seorang pejabat Turki menambahkan bahwa kesepakatan itu murni berkarakter melindungi dan tidak membatalkan perjanjian apa pun nan telah dimiliki negara-negara tersebut dengan pihak lain.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·