Apindo Sebut Destry Damayanti Cocok Jadi Gubernur BI Definitif, Ini Alasannya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Apindo Sebut Destry Damayanti Cocok Jadi Gubernur BI Definitif, Ini Alasannya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri) berbareng Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) dan Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (kanan) menyampaikan keterangan pers mengenai pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta,(Antara)

KETUA Komite Analisis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Aviliani menilai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti cocok untuk menjadi gubernur BI definitif. Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry saat ini menjadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia.

“Destry Damayanti ini sebaiknya memang bisa berkepanjangan lantaran selama ini banyak kebijakan-kebijakan baru dari Pak Perry, itu juga bersama-sama dengan DGS (Deputi Gubernur Senior). Lebih smooth jika dia,” ujar Aviliani dalam konvensi pers di Kantor Apindo, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Sebagai DGS, Destry juga dinilai terbiasa berkomunikasi dengan kementerian-kementerian dan lain-lain. “Jadi saya rasa jika ini bisa dilanjutkan, itu bakal lebih bagus lagi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil,” kata Avi.

“Karena tentu saja dari Apindo, harapannya adalah ketiga kebijakan itu kudu sama-sama, agar orang enggak bingung. Di moneter rupiahnya anjlok, padahal itu juga penyebabnya lantaran sektor riil. Nah jika ini bisa bersama-sama, tiga kebijakan ini bisa sama-sama, tentunya ini bakal bisa ada harmoni nan baik,” jelasnya.

Apalagi di dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), katanya, Bank Indonesia punya tugas baru. BI tidak hanya menjaga kestabilan moneter dan sistem pembayaran, tapi juga pertumbuhan ekonomi nan berkepanjangan dan menciptakan lingkungan nan kondusif terhadap sektor riil.

“Artinya, tugas baru ini memang tidak mudah, lantaran sering bertentangan dengan misalnya suku bunga. Oleh lantaran itu perlu KSSK itu diperkuat, makanya kelak KSSK mestinya kudu ada Menteri (Koordinator) Perekonomian agar sektor riilnya juga tahu siapa nan kudu didanai. Selama ini kan hanya sistem keuangannya tapi sektor riilnya enggak, jadi ini bagus banget jika bisa berangkaian dengan sektor riil,” pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia