Apakah Idul Adha 2026 Ada Sidang Isbat? Simak Jadwalnya

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, muncul pertanyaan di masyarakat mengenai ada alias tidaknya sidang isbat untuk penetapan hari raya tersebut. Hal ini lantaran penentuan hari raya umat Islam setiap tahun biasa dilakukan melalui sidang isbat oleh pemerintah.

Ya, sidang isbat juga dilakukan untuk menentukan awal Zulhijah nan berangkaian dengan penetapan Hari Raya Idul Adha. Melalui sidang tersebut, pemerintah bakal menetapkan tanggal 1 Zulhijah nan menjadi dasar penentuan 10 Zulhijah alias Hari Raya Idul Adha.

Merujuk info dari situs resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, pemerintah bakal menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang tersebut dilaksanakan untuk memastikan awal bulan Zulhijah berasas hasil hisab dan rukyatul hilal.

Sidang isbat merupakan forum penetapan awal bulan hijriah nan dilakukan pemerintah berbareng beragam pihak terkait, seperti perwakilan organisasi masyarakat Islam, mahir astronomi, hingga lembaga terkait. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggunakan metode hisab alias kalkulasi astronomi dan rukyat alias pengamatan hilal.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Abu Rokhmad menjelaskan, hisab digunakan untuk memberikan gambaran posisi hilal, sedangkan rukyat menjadi konfirmasi melalui pengamatan langsung di lapangan.

"Pendekatan ini memastikan keputusan nan diambil tidak hanya berbasis info ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan," jelas Abu Rokhmad dikutip dari situs resmi Kemenag RI, Rabu (6/5/2026).

Jadwal Sidang Isbat Idul Adha 2026

Sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H sekaligus Idul Adha 2026 bakal digelar pada:

  • Hari, tanggal: Minggu, 17 Mei 2026 (29 Zulkaidah 1447 H)
  • Tempat: Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta

Menurut Kemenag RI, sidang isbat tersebut menjadi bagian dari proses penentuan awal Zulhijah sekaligus penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Penetapan dilakukan setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul bulansabit dari beragam wilayah di Indonesia.

Tahapan Sidang Isbat

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan pendekatan nan saling melengkapi antara info astronomi dan pengamatan langsung.

Rangkaian sidang isbat bakal diawali dengan seminar posisi bulansabit nan memaparkan info astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Seminar tersebut disiarkan secara terbuka kepada masyarakat sebagai corak transparansi informasi.

Setelah seminar selesai, panitia bakal menerima laporan hasil rukyatul bulansabit dari beragam titik pemantauan di Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Laporan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat.

Tahapan berikutnya ialah sidang penetapan nan dipimpin Menteri Agama berbareng peserta sidang. Dalam forum tersebut, pemerintah bakal menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara resmi nan kemudian menjadi dasar penentuan Hari Raya Idul Adha 2026.

Jadwal Idul Adha 2026 Muhammadiyah

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan agenda Idul Adha 1447 H melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). PP Muhammadiyah menetapkan bahwa Idul Adha 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, ditetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Arafah alias 9 Zulhijah berjalan pada Selasa, 26 Mei 2026 dan Idul Adha diperingati sehari setelahnya. (wia/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News