Apakah Bisa Pekerja Kantoran Pensiun di Usia 30-an?

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Pekerja melintasi pedestrian saat jam pulang kerja di area Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Pernah nggak sih, lagi capek-capeknya scroll tumpukan kerjaan di laptop, tiba-tiba kepikiran, "Kapan ya gue bisa berakhir kerja kantoran terus hanya menikmati hidup?"

Dulu, obrolan soal pensiun itu identik dengan rambut beruban dan usia kepala enam. Tapi sekarang, berkah ramainya obrolan soal F.I.R.E (Financial Independence, Retire Early), generasi muda mulai berani bermimpi buat lulus dari bumi kerja sebelum umur 40 tahun.

Terdengar halu? Buat tenaga kerja dengan penghasilan pas-pasan, mungkin iya. Tapi jika kita mau hitung-hitungan di atas kertas, pensiun awal sebenarnya bukan hanya jatah anak sultan. Ini murni soal matematika.

Rahasia di kembali F.I.R.E ini sebenarnya simpel dan nggak butuh keajaiban. Para penganutnya memakai patokan dasar nan namanya The 4% Rule. Intinya begini: Anda baru bisa dibilang merdeka secara finansial jika aset investasi nan Anda punya nilainya sudah mencapai 25 kali lipat dari pengeluaran setahun.

Coba kita ambil simulasi nyatanya. Anggap saja Anda butuh Rp10 juta per bulan buat hidup nyaman di kota besar. Berarti dalam setahun pengeluaranmu sekitar Rp120 juta. Nah, nomor Rp120 juta itu tinggal dikali 25, ketemulah nominal Rp3 miliar.

Uang tiga miliar ini nantinya bukan buat ditarik tunai dan dihabiskan pelan-pelan. Uang ini diparkir di instrumen nan relatif aman, seperti Surat Berharga Negara (SBN) alias obligasi nan ngasih imbal hasil sekitar 5 persen bersih per tahun.

Dari kembang 5 persen itu saja, Anda sudah mengantongi Rp150 juta setahun. Uang pasif inilah nan bakal otomatis bayarin biaya hidup Anda tiap bulan selamanya, tanpa Anda kudu menyentuh modal utamanya nan tiga miliar tadi. Magic, kan? Di titik ini, duit nan capek-capek kerja buat kamu, bukan sebaliknya.

Teorinya memang bikin senyum-senyum sendiri, tapi praktiknya bikin ngelus dada. Pertanyaan terbesarnya, gimana caranya tenaga kerja biasa ngumpulin tiga miliar rupiah sebelum umurnya nyentuh kepala empat? Di sinilah bagian realita berdarah-darah nan jarang diceritakan oleh konten pamer style hidup di media sosial.

Mencapai F.I.R.E itu butuh kelakuan nan lumayan ekstrem. Orang-orang nan sukses pensiun awal itu nabungnya nggak hanya dari duit kembalian. Mereka berani menyisihkan 50 sampai 70 persen dari gajinya tiap bulan.

Coba bayangin, sungguh ngap-ngapannya hidup dengan sisa duit segitu. Di saat teman-teman seumuran sibuk nyicil mobil baru, upgrade ponsel mahal tiap rilis, alias healing ke kafe aesthetic, penganut F.I.R.E ini kudu rela tutup mata dan telinga. Mereka mati-matian mengerem nan namanya inflasi style hidup. Walaupun gajinya makin besar lantaran promosi jabatan, style hidup mereka dibikin mentok layaknya era tetap jadi karyawan entry-level.

Tapi tentu saja, sengekang-ngekangnya kita mengatur pengeluaran, pasti ada pemisah maksimalnya. Kita nggak bisa berhemat dari duit nan memang nggak ada wujudnya. Oleh lantaran itu, giat menabung saja nggak bakal bikin Anda sigap pensiun.

Mereka nan serius mengejar sasaran F.I.R.E otaknya selalu berputar buat mencari duit tambahan. Mereka mengorbankan waktu santuy dengan mengerjakan proyek sampingan di akhir pekan, merintis upaya kecil-kecilan, alias berani kutu loncat antarperusahaan demi mendapatkan lompatan penghasilan nan lumayan besar. Dan tebak duit tambahannya lari ke mana? Langsung dicemplungkan lagi ke reksa dana, saham, alias properti agar pengaruh bola saljunya makin kencang melesat.

Satu perihal nan sering banget disalahpahami, banyak nan mengira pensiun umur 30-an itu berfaedah tiap hari hanya rebahan nonton serial TV sembari nungguin kembang bank cair. Padahal, prinsip utama dari F.I.R.E itu ada di kata Independence namalain kemerdekaan.

Ketika hasil investasi sudah bisa membereskan tagihan listrik sampai biaya makan harian, kerja kantoran bukan lagi sebuah keterpaksaan buat memperkuat hidup. Kamu jadi punya kemewahan buat resign dari lingkungan kerja nan toxic, memilih pekerjaan sosial nan gajinya mini tapi bikin hati tenang, alias mulai merintis upaya tanpa pusing memikirkan besok mau makan apa.

Merdeka secara finansial pada akhirnya adalah tentang mempunyai kebebasan absolut buat memilih jalan hidup. Dan jujur saja, kebebasan semacam itu rasanya sangat layak ditebus dengan kerja keras di masa muda.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan